Yayasan Kakak Surakarta Luncurkan Fellowship Media, Perkuat Advokasi Kawasan Tanpa Rokok

SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Yayasan KAKAK Surakarta secara resmi meluncurkan program Fellowship untuk Media, Kamis (10/7/2025). Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam meliput isu-isu pengendalian tembakau dan perlindungan anak secara mendalam dan berkelanjutan.

Peluncuran fellowship ini menjadi bagian dari kegiatan diseminasi praktik baik Program Advokasi KTR yang digelar di Hotel Solia Zigna, Laweyan, Surakarta. Acara tersebut turut dihadiri para pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, media, hingga elemen masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari , Kepala SMP Negeri 3 Surakarta, Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro, S.Pd., M.Pd, Lurah Jebres,Renyta Ina Wijaya, S.E., M.Si. , hingga Wakil Ketua Pemuda Penggerak Surakarta, Aprilia Dian Asih Gumelar . Keterlibatan media massa menjadi kunci dalam memperluas jangkauan informasi serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok, terutama di kalangan anak dan remaja.

Dorong Lingkungan Bebas Asap Rokok

Diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut menyoroti berbagai strategi implementasi Kawasan Tanpa Rokok di Surakarta, termasuk penerapan kebijakan KTR di sekolah, ruang publik, serta peran serta masyarakat dalam pengawasan. Kota Surakarta selama ini dikenal aktif mengimplementasikan kebijakan KTR berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, PP No. 109 Tahun 2012, serta Perda KTR Kota Surakarta.

Salah satu contoh praktik baik disampaikan oleh SMP Negeri 3 Surakarta yang berhasil melibatkan siswa, guru, dan orang tua dalam kampanye anti-rokok di lingkungan sekolah. “Edukasi sejak dini dan peran aktif sekolah sangat krusial dalam membentuk budaya hidup sehat,” ujar Kucisti Ike Retnaningtyas Suryo Putro

Sementara itu, Yayasan KAKAK memperkenalkan fellowship media sebagai strategi inovatif untuk memperluas pengaruh kampanye KTR melalui pemberitaan yang kuat, berbasis data, dan humanis.

Fellowship Media: Kolaborasi dan Aksi Nyata

Program fellowship ini menargetkan jurnalis lokal yang tertarik untuk mengangkat isu pengendalian tembakau secara lebih intens. Peserta akan mendapatkan pelatihan mendalam seputar regulasi KTR, teknik peliputan isu kesehatan publik, serta pendampingan dalam produksi karya jurnalistik yang berdampak.

“Jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan fakta dan membentuk opini publik. Dengan fellowship ini, kami berharap liputan terkait Kawasan Tanpa Rokok di Surakarta bisa semakin berkualitas dan konsisten,” kata Koordinator Program dari Yayasan KAKAK.

Tak hanya edukatif, pendekatan penegakan hukum dan pemanfaatan teknologi seperti aplikasi Monitor KTR Indonesia juga diperkenalkan dalam forum ini. Aplikasi ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam memantau pelanggaran KTR secara real-time.

Harapan untuk Masa Depan KTR Surakarta

Meskipun baru memasuki tahap awal, peluncuran program fellowship ini menuai optimisme. Diharapkan dalam waktu dekat, publik akan lebih sadar akan bahaya rokok, terutama terhadap anak-anak sebagai kelompok paling rentan.

Surakarta sendiri mencatat sejumlah capaian positif, seperti penurunan titik reklame rokok serta peningkatan indeks keluarga sehat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan implementasi KTR.

Penutup

Program Fellowship Media Kawasan Tanpa Rokok Surakarta adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah, masyarakat sipil, dan media massa. Dengan meningkatkan kapasitas jurnalis, pesan tentang bahaya rokok dan pentingnya perlindungan anak bisa menjangkau lebih luas dan lebih dalam. Langkah ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari asap rokok.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan