BANDUNG – Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) menutup rangkaian kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan oleh Inspektorat Koharmatau di Ruang Rapat Basir Surya, Markas Koharmatau, Rabu (21/10/2025).
Penutupan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Koharmatau Marsma TNI M. Heri Hercules, S.E., M.M., dan dihadiri oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Ir. Suryanto, serta para pejabat utama dan komandan Depohar jajaran.
Dalam sambutannya, Marsma TNI M. Heri Hercules menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja atas dukungan dan kerja sama yang solid selama proses audit berlangsung. Ia menegaskan bahwa kegiatan audit kinerja merupakan bagian penting dari sistem pengawasan internal yang dijalankan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) guna memastikan tercapainya kinerja satuan yang efektif, efisien, serta sesuai ketentuan hukum dan administrasi yang berlaku.
“Audit bukan semata-mata mencari kesalahan, tetapi menjadi sarana pembelajaran bersama untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas organisasi. Kolaborasi yang baik antara tim audit dan satuan kerja menjadi kunci tercapainya hasil yang konstruktif,” ujar Marsma Heri.
Lebih lanjut, Ir Koharmatau menekankan pentingnya peningkatan pemahaman staf terhadap fungsi dan tanggung jawab jabatan, serta perlunya adaptasi terhadap perkembangan regulasi dan dinamika organisasi yang terus berubah. Ia juga menyoroti pentingnya sistem pengendalian internal yang kuat dan kepatuhan terhadap aturan pelaksanaan anggaran negara sebagaimana diatur dalam peraturan Kementerian Keuangan.
“Kinerja organisasi yang optimal hanya dapat dicapai melalui perencanaan matang, pelaksanaan disiplin, serta pengawasan yang terukur. Audit menjadi bagian dari mekanisme kontrol untuk memastikan semua proses berjalan transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Koharmatau Marsda TNI Ir. Suryanto menilai bahwa audit kinerja memiliki nilai strategis dalam memperkuat sistem tata kelola organisasi. Menurutnya, hasil audit bukan sekadar evaluasi, melainkan umpan balik yang berharga untuk membangun organisasi yang lebih adaptif dan profesional.
“Hasil audit harus dimaknai sebagai rekomendasi konstruktif. Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, audit membantu satuan kerja untuk terus berbenah, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi TNI AU,” ungkap Marsda Suryanto.
Ia juga menambahkan bahwa audit seperti ini menjadi wadah sinergi antara unsur pengawasan dan pelaksana program. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan seluruh jajaran Koharmatau dapat menindaklanjuti temuan dan rekomendasi audit secara konsisten.
“Dengan sinergi dan kesamaan visi, kita wujudkan Koharmatau yang semakin adaptif, modern, dan berdaya saing tinggi sesuai semangat Angkatan Udara yang ‘Ampuh’ Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis,” pungkasnya.






