SURAKARTA – Sebanyak 50 anak difabel dan berkebutuhan khusus menunjukkan bakat luar biasa dalam kegiatan bertajuk “Jemari Menari – Karyaku, Caraku”. Acara yang berlangsung di LUX Surakarta pada Sabtu (18/4/2026) ini diinisiasi oleh Yayasan Mandiri Harapanku (TEMANKU) berkolaborasi dengan JCI Solo dan Rotary Club Solo Sriwedari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian post-event Walk for Autism 2026 dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak dari komunitas FORTUNAS.

Melatih Fokus Melalui Kelas Kuntum
Dalam acara ini, para peserta diajak mengikuti salah satu program unggulan Kelas Ajar TEMANKU, yaitu Kelas Kuntum. Program ini dirancang khusus untuk mengasah motorik dan sensorik melalui aktivitas kreatif.
Anak-anak terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, seperti:
- Crafting (kerajinan tangan)
- Menyulam sederhana
- Pembuatan pernak-pernik unik
Aktivitas tersebut bertujuan untuk melatih fokus, kesabaran, serta kepercayaan diri anak dalam menghasilkan sebuah karya.
”Melalui hands-on learning, anak-anak belajar dari aktivitas langsung. Tangan yang aktif secara nyata membantu proses kognitif dan belajar mereka,” ujar Ms. Frida G.S., Dipl. Mont., salah satu mentor Kelas Kuntum.
Ruang Inklusif: Karyaku, Caraku
Mengusung tagline “Karyaku, Caraku”, kegiatan ini memberikan kebebasan bagi setiap anak untuk berekspresi tanpa batasan. Pendekatan ini mendapat respon positif dari para orang tua yang merasa anak-anak mereka mendapatkan ruang aman untuk berkembang.
Founder TEMANKU, drg. Vonny Gunawan S., Sp.KGA, menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus melalui program berkelanjutan.
”Ke depan, kami tengah menyiapkan materi kelas ajar lainnya, termasuk sesi parent education yang dikhususkan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus,” ungkap drg. Vonny.
Mendorong Kepercayaan Diri Anak Spesial
Melalui inisiatif ini, Yayasan TEMANKU berharap dapat terus menciptakan lingkungan inklusif di Surakarta dan sekitarnya. Fokus utamanya adalah memberikan ruang tumbuh yang setara agar anak difabel dapat berkembang sesuai dengan potensi unik masing-masing.
Dengan adanya kolaborasi lintas organisasi seperti JCI Solo dan Rotary Club, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan potensi anak-anak berkebutuhan khusus semakin meningkat.






