Kulon Progo – Denting cangkul dan deru adukan semen menjadi irama pagi di Padukuhan Jurug. Di tengah keterbatasan waktu, Satgas TMMD Reguler ke-128 bersama warga berpacu menuntaskan rabat beton jalan yang selama ini dinantikan sebagai urat nadi mobilitas dan harapan baru desa.
Pengerjaan rabat beton jalan di Padukuhan Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, terus dikebut, Senin (4/5/2026). Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih layak berkat kerja kolaboratif antara Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan masyarakat setempat.
Program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 ini menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai sasaran utama. Tak sekadar membuka akses, pembangunan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Bati Bakti TNI Kodim 0731/Kulon Progo, Pelda Yuli Haryo Saputro, menjelaskan bahwa total panjang rabat beton yang dikerjakan mencapai 1.200 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter.
“Pekerjaan ini tersebar di tiga padukuhan, yakni Senden, Karang, dan Jurug. Khusus di Jurug, panjang jalan yang dibangun mencapai 600 meter,” ungkapnya.
Ia merinci, di Padukuhan Senden pembangunan dilakukan pada tiga titik dengan total ratusan meter, sementara di Padukuhan Karang sepanjang 100 meter. Seluruhnya dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dalam satu kawasan.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama
Di balik pembangunan tersebut, ada semangat gotong royong yang menjadi energi utama. Warga tanpa ragu turun tangan, bekerja berdampingan dengan anggota Satgas, menyatukan tenaga demi satu tujuan: menghadirkan jalan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Tak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Semua larut dalam kerja bersama mengangkat material, meratakan adukan, hingga memastikan kualitas pengecoran tetap terjaga.
“Semangat gotong royong terus kami kobarkan. Targetnya jelas, seluruh pekerjaan fisik dan nonfisik harus tuntas sebelum penutupan TMMD pada 21 Mei 2026,” tegas Pelda Yuli.
Lebih dari Sekadar Jalan
Bagi warga, rabat beton ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah jalan menuju kemudahan mengangkut hasil pertanian, memperlancar akses pendidikan anak-anak, hingga membuka peluang ekonomi yang selama ini terhambat kondisi jalan.
Perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TMMD bukan hanya membangun fisik desa, tetapi juga membangun harapan dan masa depan.
Penutup:
Di Padukuhan Jurug, setiap adukan semen yang dituangkan bukan hanya memperkuat jalan, tetapi juga mempererat kebersamaan. Ketika TMMD usai nanti, yang tertinggal bukan sekadar beton yang mengeras, melainkan jejak gotong royong yang menghidupkan desa.






