KULON PROGO – Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik semata. Sebagai simbol pengabdian dan keberhasilan program, dua unit Taman Prasasti TMMD kini telah selesai digarap dan memasuki tahap akhir penyempurnaan.
Wadan Satgas TMMD Reguler ke-128, Kapten Inf Heri Purnomo, menjelaskan bahwa dua taman prasasti tersebut dibangun di dua titik lokasi kegiatan TMMD, yakni di Padukuhan Jurug dan Padukuhan Senden.
“Satgas TMMD bersama warga telah menyelesaikan pembangunan dua unit taman prasasti tersebut. Saat ini, Senin (18/5/2026), pengerjaan memasuki tahap pengecatan. Tempat pemasangan marmer prasasti yang nantinya ditandatangani pejabat terkait juga sudah disiapkan,” jelas Kapten Heri Purnomo.
Ia menambahkan, pekerjaan kini hanya menyisakan pembersihan area di sekitar taman agar terlihat lebih rapi, bersih, dan indah sebelum peresmian dilakukan.
Menurut Kapten Heri, taman prasasti tersebut bukan sekadar penanda proyek pembangunan, melainkan simbol monumental yang merekam semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat selama pelaksanaan TMMD di wilayah Sidorejo.
“Taman prasasti ini dibuat sebagai tugu penanda keberhasilan program TMMD sekaligus simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Selain memiliki nilai historis, taman ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka dan tempat bermain anak-anak,” ungkapnya.
Keberadaan taman prasasti itu diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan jejak kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian yang akan terus dikenang masyarakat.
“Seluruh pengerjaan dilakukan sesuai target dan berhasil diselesaikan sebelum penutupan TMMD Reguler ke-128. Ini menjadi bukti nyata sinergi antara Satgas TMMD dan masyarakat dalam membangun desa,” pungkas Kapten Heri Purnomo.






