Tirakatan Malam 1 Suro, PSH Pilangbango Sukoharjo dan Surakarta Perkuat Persaudaraan serta Lestarikan Budaya Leluhur

SUKOHARJO – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Malam 1 Suro dalam tradisi Jawa, keluarga besar PSH Pilangbango Cabang Sukoharjo menggelar tirakatan dan doa bersama di Sekretariat PSH Pilangbango Sanggung, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pengurus, sesepuh, serta para kadang PSH Pilangbango dari Sukoharjo dan Surakarta. Kehadiran para anggota lintas generasi menjadi simbol kuatnya persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi utama organisasi.

Bacaan Lainnya

Ketua Cabang PSH Pilangbango Sukoharjo, Bobi Jatmiko, mengatakan bahwa tirakatan Malam 1 Suro merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarsesama anggota.

“Melalui tirakatan ini, kami mengajak seluruh kadang untuk merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir, memanjatkan doa demi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan, serta memperkuat rasa persaudaraan yang selama ini menjadi warisan luhur PSH Pilangbango,” ujarnya.

Menurut Bobi, tradisi tirakatan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai kehidupan seperti kerendahan hati, kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur.

Ketua Cabang PSH Pilangbango Sukoharjo menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan Cabang Surakarta pada Malam Tirakatan 1 Suro 2026 sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. (Foto: Redaksi).
Ketua Cabang PSH Pilangbango Sukoharjo menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan Cabang Surakarta pada Malam Tirakatan 1 Suro 2026 sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. (Foto: Redaksi).

Sementara itu, Ketua Cabang PSH Pilangbango Surakarta, Ignatius Widyo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Malam 1 Suro memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa sebagai momentum untuk merawat tradisi dan menjaga jati diri budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar kadang PSH Pilangbango, tetapi juga bentuk nyata upaya melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan kepada kita. Kalau bukan kita yang menjaga dan meneruskan, lalu siapa lagi?” ungkapnya.

Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, nilai-nilai budaya Jawa yang sarat makna spiritual dan kebersamaan harus terus dikenalkan kepada generasi penerus sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ketua Cabang PSH Pilangbango Sukoharjo menyerahkan potongan tumpeng kepada Suwanto Ketua Rayon desa Sanggung pada Malam Tirakatan 1 Suro 2026 sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. (Foto: Redaksi).

“Tugas kita bukan hanya menikmati warisan budaya leluhur, tetapi juga merawat dan mewariskannya kepada anak cucu kelak. Dengan cara itulah budaya tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” tambah Ignatius.

Suasana tirakatan berlangsung sederhana namun penuh kekhidmatan. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan refleksi dan diskusi mengenai makna Malam 1 Suro, serta ditutup dengan kenduri sebagai simbol rasa syukur dan harapan baik menyambut tahun baru.

Melalui kegiatan tersebut, PSH Pilangbango berharap semangat persaudaraan, kerukunan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Tirakatan Malam 1 Suro pun menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan