Bandung – Sejarah baru tercatat dalam lembaran kemiliteran Indonesia. Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.DVE., M.Biomed., MARS., S.H., M.H., FINSDV., FAADV. resmi menjadi perempuan pertama dalam sejarah TNI Angkatan Darat yang menyandang pangkat perwira tinggi bintang dua.
Lahir di Bandung, 3 Juni 1966, sosok yang mengawali pendidikannya di SMUN 2 Ujung Pandang ini membuktikan bahwa dedikasi dan ilmu pengetahuan dapat menembus segala batas. Ia meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 1992, kemudian melanjutkan pendidikan hingga menjadi spesialis kulit dan kelamin di Universitas Indonesia. Tak berhenti di situ, ia juga menguasai bidang biomedis, manajemen rumah sakit, hingga hukum, menjadikannya salah satu perwira dengan latar belakang ilmu paling lengkap.
Karier militernya dimulai pada 1989 melalui jalur Sekolah Perwira Militer Sukarela II. Mengabdi selama lebih dari 35 tahun, ia menempuh berbagai pendidikan militer dan bertugas di posisi-posisi strategis: mulai dari Perwira Kesehatan Kodam IV/Diponegoro, dokter di Pasukan Pengamanan Presiden pada era Presiden Soeharto, hingga mengabdi selama 17 tahun di RS Ridwan Meuraksa dan menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit. Sebelum purnatugas, ia dipercaya memegang jabatan Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan.
Bergabung dalam Korps Kesehatan Militer, ia membuktikan bahwa peran perempuan di TNI tidak hanya sekadar melengkapi, tetapi juga memimpin dan berkontribusi nyata bagi kemajuan institusi. Keberhasilannya meraih pangkat bintang dua menjadi bukti nyata kesetaraan kesempatan, kompetensi, dan pengabdian yang diakui secara resmi.
Kisah Mayjen TNI (Purn.) Dian Andriani Ratna Dewi menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan Indonesia, bahwa dengan kerja keras, ilmu, dan ketulusan mengabdi, tidak ada batas untuk meraih prestasi tertinggi.






