MALANG KOTA – Suasana berbeda terlihat di halaman apel Polresta Malang Kota, Jumat (7/8/2026). Sejumlah warga dari berbagai latar belakang datang bukan untuk mengurus persoalan hukum, melainkan menikmati makan bersama sekaligus mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Kegiatan yang digelar Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur tersebut menjadi ruang perjumpaan antara polisi dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.
Sejak sekitar pukul 08.05 WIB, warga mulai berdatangan. Mereka berasal dari berbagai kelompok, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), relawan, mahasiswa, komunitas hingga masyarakat umum.
Beragam menu makanan disiapkan untuk warga, seperti bubur ayam, soto ayam, pecel, rawon dan air mineral.
Di sela kegiatan, warga dan anggota kepolisian tampak berbincang santai. Tidak hanya sekadar menikmati makanan, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara polisi dengan masyarakat.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo melalui Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban di Kota Malang tidak dapat diwujudkan hanya oleh kepolisian. Peran serta masyarakat dari berbagai unsur juga diperlukan.
“Ruang seperti ini penting untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, dan menjaga hubungan yang harmonis antara Polri dengan masyarakat,” kata Ipda Lukman.
Selain makan bersama, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang dilayani Seksi Dokkes Polresta Malang Kota.
Layanan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk memeriksa kondisi kesehatan dasar tanpa dipungut biaya. Kehadiran layanan kesehatan sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi tubuh di tengah aktivitas sehari-hari.
Bagi kepolisian, kegiatan semacam ini juga memiliki nilai lain. Pertemuan dalam suasana informal membuat komunikasi antara masyarakat dan polisi menjadi lebih cair.
Warga dapat menyampaikan berbagai masukan, pengalaman maupun keluhan secara langsung. Sebaliknya, kepolisian dapat mendengar persoalan yang dirasakan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.
“Kami terbuka terhadap kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat. Semua itu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ipda Lukman.
Kehadiran pengemudi ojol, relawan, mahasiswa, komunitas dan masyarakat dari berbagai unsur menunjukkan bahwa ruang interaksi antara polisi dan warga tidak harus selalu berlangsung dalam situasi formal.
Dari meja makan dan layanan kesehatan sederhana tersebut, komunikasi justru dapat terbangun lebih dekat.
Polresta Malang Kota berharap pendekatan semacam ini dapat terus dikembangkan. Selain memperkuat silaturahmi, interaksi langsung dengan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari langkah preventif dan humanis dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Malang.






