MES Tetapkan Empat Tahap Pengembangan Ekonomi Syariah Menuju Pusat Dunia

JAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan visi besar lima tahun ke depan melalui empat tahap pengembangan ekonomi syariah. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat MES, Ferry Juliantono, dalam acara Silaturahmi Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Ferry, peta jalan pengembangan ekonomi syariah telah disusun secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi organisasi hingga memperluas peran Indonesia dalam ekosistem ekonomi syariah global.

“Peta jalan pencapaiannya telah disusun bertahap, mulai dari fondasi hingga penguatan ekonomi syariah dalam peran global,” ujar Ferry.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat MES K.H. Adi Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pakar MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Sekjen MES sekaligus Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana, serta Anggota Dewan Pakar MES sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Ferry menjelaskan, tahap pertama dimulai pada 2026 melalui fase Fondasi dan Konsolidasi. Pada fase ini, MES akan memantapkan struktur organisasi, kelembagaan, serta landasan berbagai program pengembangan ekonomi syariah.

Selanjutnya, pada 2027, MES memasuki fase Akselerasi dan Ekspansi dengan fokus memperluas jangkauan, mempercepat pelaksanaan program, serta meningkatkan dampak nyata ekonomi syariah bagi masyarakat.

Kemudian pada periode 2028 hingga 2029, MES menjalankan fase Penguatan dan Skalabilitas. Tahapan ini diarahkan untuk memantapkan berbagai capaian yang telah diraih sekaligus memperluas cakupan program dan kemitraan hingga ke tingkat global.

Sementara pada 2030, MES menargetkan fase Konsolidasi dan Penyempurnaan. Tahap akhir tersebut menjadi momentum untuk menyempurnakan seluruh capaian sekaligus memantapkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia.

Ferry menambahkan, rapat Dewan Pakar MES akan menjadi agenda rutin guna memastikan setiap kebijakan dan program yang disusun Pengurus Pusat MES dapat berjalan tepat sasaran.

Ia berharap jajaran Dewan Pakar dapat memberikan pandangan, pemikiran, serta masukan konstruktif terhadap arah kebijakan dan berbagai program penguatan ekonomi syariah.

“Kami ingin memastikan langkah MES ke depan tidak hanya relevan dengan kebutuhan organisasi, melainkan juga selaras dengan kebijakan Pemerintah saat ini,” kata Ferry.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat MES, K.H. Adi Hidayat, menilai pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya berfokus pada aspek teknis dan implementasi program. Menurutnya, perlu dibangun pula kesadaran dan kesiapan masyarakat sebagai subjek utama dalam menjalankan sistem ekonomi syariah.

“Visi MES sangat luar biasa. Namun sistem dan program yang baik belum lengkap jika belum jelas siapa yang akan melaksanakannya. Perlu ada upaya membangun kesadaran masyarakat terlebih dahulu bahwa memprioritaskan ekonomi syariah adalah bagian dari nilai akidah dan ibadah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Wakil Ketua Dewan Pakar PP MES, Friderica Widyasari Dewi, berharap keberadaan MES bersama Dewan Pakar dapat menjadi ruang pemikiran bersama dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi syariah nasional.

Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan agar mampu melahirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan memiliki daya saing di tingkat global.

“Sehingga potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat benar-benar melahirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global,” katanya.

Dengan dukungan pemikiran dan masukan dari para pakar, MES optimistis peta jalan yang telah disusun dapat berjalan efektif. Melalui empat tahap pengembangan tersebut, Indonesia diharapkan semakin dekat untuk mewujudkan cita-cita sebagai pusat ekonomi syariah dunia yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan bangsa dan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan