Nagekeo – Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain menyalurkan bantuan logistik, Kemensos mengoperasikan dapur umum dan melakukan asesmen kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Hingga Rabu (19/8/2026), petugas Kemensos masih berada di lapangan untuk melayani warga yang mengungsi serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Penanganan dilakukan di tujuh kecamatan, yakni Boawae, Mauponggo, Keo Tengah, Wolowae, Aesesa, Aesesa Selatan, dan Nangaroro. Berdasarkan data sementara per 19 Agustus, sebanyak 3.042 kepala keluarga atau 12.170 jiwa terdampak gempa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pemerintah saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih berada di pengungsian.
“Sekarang kita konsentrasi pada kebutuhan warga. Mereka yang masih mengungsi harus bisa makan, punya tempat berlindung yang layak, dan kebutuhan sehari-harinya tersedia,” kata Gus Ipul.
Enam Warga Meninggal, Ribuan Rumah Rusak
Data sementara mencatat enam orang meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Nagekeo. Kemensos bersama pemerintah daerah masih melakukan verifikasi dan validasi terhadap data korban meninggal maupun korban luka.
Setelah proses tersebut selesai, Kemensos akan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta untuk setiap korban.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Untuk korban meninggal, setelah datanya terverifikasi, ahli waris akan mendapatkan santunan,” ujar Gus Ipul.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada 4.829 rumah, terdiri atas 1.702 rumah rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan.
Selain rumah warga, sebanyak 110 fasilitas umum turut terdampak, meliputi 85 fasilitas pendidikan, delapan fasilitas kesehatan, dan 17 tempat ibadah. Data tersebut masih diperbarui seiring berlangsungnya asesmen di lapangan.
Dapur Umum Produksi 8.000 Porsi
Untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak, Kemensos mengoperasikan dapur umum di Lapangan Kantor Kapet, Kecamatan Aesesa.
Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak 17 Agustus 2026. Pada hari pertama, sebanyak 1.000 porsi makanan diproduksi. Jumlahnya meningkat menjadi 3.000 porsi pada 18 Agustus dan mencapai 4.000 porsi untuk dua kali makan pada 19 Agustus.
Dalam tiga hari, total 8.000 porsi makanan telah disiapkan untuk masyarakat terdampak.
“Jumlah makanan yang disiapkan tentu mengikuti kebutuhan warga. Karena itu, teman-teman yang mengelola dapur umum terus berkoordinasi dengan petugas yang melakukan pendataan,” kata Gus Ipul.
Bantuan Logistik Rp475 Juta
Selain layanan permakanan, Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik kedaruratan melalui Sentra Efata Kupang dengan nilai mencapai Rp475.102.995.
Bantuan tersebut antara lain berupa 206 paket makanan anak, 150 family kit, 150 kids ware, 213 kasur, 300 selimut, 200 tenda gulung, 101 velbed, 60 paket sandang dewasa, empat tenda keluarga, serta dua tenda serbaguna.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat, Kemensos juga melakukan belanja langsung sebanyak 500 paket sembako tanpa harus menunggu seluruh bantuan logistik dari gudang tiba.
Pemerintah memastikan penanganan warga terdampak gempa Nagekeo terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing lokasi pengungsian.
(Kontributor: Arif)






