KARTASURA – Suasana religius mewarnai hari kedua rangkaian Ambal Warsa ke-346 Kartasura. Festival Hadroh se-Kecamatan Kartasura digelar meriah, menghadirkan lantunan sholawat sekaligus mengangkat kembali jejak tradisi keagamaan yang tumbuh di kawasan bersejarah Kartasura dan Solo Raya.
Festival tersebut dibuka dengan paparan bertema “Arkeologi Sanad Keulamaan Kartasura–Solo Raya” yang disampaikan Dr. KH. Miftah Ulumudin Faqih, M.Ag., Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2021–2026.
Paparan tersebut mengulas jejak sejarah, keterkaitan, serta keberlanjutan tradisi keilmuan dan keulamaan yang berkembang di Kartasura hingga kawasan Solo Raya.
Selain menyampaikan materi, Dr. KH. Miftah Ulumudin Faqih juga memimpin doa bersama. Doa dipanjatkan untuk kemajuan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Kartasura, sekaligus mengenang para leluhur dan pejuang Karaton Kartasura yang memiliki peran dalam perjalanan sejarah kawasan tersebut.
Festival kemudian berlangsung semakin semarak dengan penampilan tujuh kelompok hadroh dan seni sholawat dari berbagai wilayah di Kecamatan Kartasura.
Ketujuh kelompok tersebut yakni:
- Hadroh Ar Rohman, Pucangan
- Hadroh Berjanjen Kidz, Kartasura
- Hadroh UKM JQH Al Wustha UIN Raden Mas Said Surakarta
- Padorama, Ngadirejo
- Nur Al Hadi, Pucangan
- Raudhatul Muhibbin, Gonilan
- Hidayatul Hikmah, Ngabeyan
Lantunan sholawat dan musik hadroh menghidupkan suasana perayaan Ambal Warsa. Warga dari berbagai wilayah turut menyaksikan penampilan para peserta dalam suasana guyub dan penuh kebersamaan.
Festival Hadroh tidak hanya menjadi ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk menampilkan seni religi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat tradisi keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat Kartasura.
Perpaduan antara seni hadroh, sholawat, sejarah, dan pembahasan sanad keulamaan memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Ambal Warsa ke-346 Kartasura.
Rangkaian peringatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura masih akan berlanjut hingga puncaknya melalui Kirab Budaya pada 11 Oktober 2026.






