JEMBER – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya (Bdj) Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., mengingatkan prajurit kewilayahan agar memahami tugas pokok, mengenali kondisi wilayah serta menjaga ketahanan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Danrem saat memberikan pengarahan kepada prajurit dan Persit Kodim 0824/Jember, Selasa (6/10/2026). Dalam kegiatan itu, Danrem didampingi Ketua Persit Koorcabrem 083/Bdj PD V/Brawijaya Ny. Lendri Wahyu.
Menurut Danrem, prajurit yang bertugas sebagai aparat kewilayahan harus memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran prajurit di wilayah, kata dia, harus mampu memberikan manfaat sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki.
Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus membantu mencari solusi terhadap persoalan yang berkembang sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
“Pahami tugas, kenali wilayah, jaga keluarga dan jadilah bagian dari solusi,” pesan Wahyu.
Selain tugas kewilayahan, Danrem mengingatkan personel dan keluarga besar TNI agar menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurutnya, perkembangan media sosial perlu diikuti dengan kesadaran untuk menjaga sikap, etika serta tidak menimbulkan persoalan yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan.
Dalam kehidupan keluarga, personel dan Persit juga didorong membangun kondisi ekonomi rumah tangga secara sehat. Hal itu dapat dilakukan melalui pengelolaan keuangan yang baik, menerapkan pola hidup sederhana serta mengembangkan potensi yang dimiliki keluarga tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pokok.
Pada kesempatan tersebut, Danrem juga mengajak seluruh personel mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Ia menegaskan bahwa integritas harus dibangun mulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan kerja.
Disiplin, kejujuran, kepatuhan terhadap aturan serta pemberian pelayanan yang baik menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas.
“Prajurit yang kuat dalam tugas harus didukung keluarga yang kuat, harmonis dan mampu mengelola kehidupan dengan baik,” ujarnya.
Pengarahan tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel sekaligus penguatan kesiapan prajurit kewilayahan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat, dengan tetap memperhatikan ketahanan keluarga dan integritas dalam pelaksanaan tugas.
(Penrem 083)






