SOLO – Kepedulian terhadap kesehatan anak dan masa depan generasi mendatang menjadi pesan utama dalam kegiatan End Polio Campaign 2026 yang digelar Rotary Solo Sriwedari Club bersama berbagai elemen masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (25/10/2026).
Dalam kegiatan bertema “Together We End Polio” tersebut, Founder LIVAYA Impact, Ayla Agneszia turut menyampaikan pentingnya berbagi dan berkontribusi dalam gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kampanye yang berlangsung di depan Bank MNC, Jalan Slamet Riyadi, mulai pukul 06.30 hingga 08.30 WIB itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan polio dan perlindungan kesehatan anak melalui imunisasi.
Kehadiran Ayla membawa perhatian pada peran individu maupun komunitas dalam mendukung kegiatan sosial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Bagi Ayla, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya pada kegiatan tersebut, partisipasi dalam kampanye ini menjadi kesempatan untuk berbagi dan berkontribusi bersama berbagai pihak dalam upaya pencegahan polio.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan, sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap perlindungan anak dari penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen tersebut.
## Kolaborasi untuk Perlindungan Generasi Muda
Kegiatan End Polio Campaign 2026 juga mendapat dukungan dari Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif Rotary dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam mengampanyekan pemberantasan polio.
Respati menekankan bahwa upaya melindungi anak dari polio membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dunia usaha, orang tua, dan masyarakat.
Ia juga mengajak para orang tua memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai vaksinasi.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang dibawa dalam kampanye, yakni membangun kesadaran bahwa perlindungan kesehatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan kepentingan bersama.
## Edukasi Kesehatan Dikemas Melalui Kegiatan Publik
Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, kampanye di kawasan CFD Solo diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain senam zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, dan sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi polio.
Pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Partisipasi tokoh masyarakat, komunitas, dan pelaku gerakan sosial seperti Livaya Impact menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap isu kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pesan “Together We End Polio” kembali menegaskan pentingnya kerja sama dan aksi nyata untuk mendukung generasi yang tumbuh sehat.
Kampanye pemberantasan polio diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut melalui edukasi, dukungan terhadap imunisasi, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan anak dan lingkungan sekitarnya.






