SURAKARTA – Edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup untuk mencegah komplikasi diabetes terus digencarkan. Melalui kampanye nasional #Hands4Diabetes 2026, Tropicana Slim mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran bahwa diabetes tipe 2 dapat dikelola dan, pada sebagian pasien, berpeluang mencapai remisi.
Kampanye yang digelar serentak di 30 kota di Indonesia dengan melibatkan sekitar 28.000 peserta tersebut juga berlangsung di Surakarta. Kegiatan dipusatkan di Graha 58, Gedung Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (1/11/2026).
Mengusung tema “Aksi Dini Menuju Remisi Diabetes”, kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah Sakit Indriati dan komunitas Sobat Diabet. Kampanye tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Diabetes Day yang diperingati setiap 14 November.
Berbagai kegiatan edukatif digelar untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, mulai dari fun walk, senam sehat, talkshow bersama tenaga medis, hingga pemeriksaan gula darah menggunakan perangkat GEA AutoCheck 3in1.
Brand Manager Tropicana Slim, Noviana Halim, mengatakan kampanye #Hands4Diabetes merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan diabetes melalui perubahan gaya hidup.
Menurutnya, masih terdapat anggapan bahwa diabetes hanya dapat dikendalikan dan tidak memiliki peluang untuk mencapai kondisi remisi. Padahal, perkembangan penelitian menunjukkan sebagian penyandang diabetes tipe 2 berpeluang mencapai remisi melalui perubahan pola hidup yang tepat dan dilakukan secara konsisten.
“Melalui #Hands4Diabetes 2026, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini, mulai dari mengatur pola makan, aktif bergerak, hingga rutin memantau gula darah, dapat menjadi langkah besar menuju kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Noviana.
Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Dalam sesi talkshow edukasi, hadir dr. Widhy Puji Hartanto, Sp.PD., M.Kes., FINASIM dari RS Indriati serta Yohanes Niko Shendiasto selaku Area Marketing Associate Tropicana Slim.
Dr. Widhy menjelaskan, remisi diabetes tipe 2 merupakan kondisi ketika kadar gula darah kembali berada pada kisaran normal selama sedikitnya tiga bulan tanpa penggunaan obat penurun gula darah. Namun, kondisi tersebut tidak berarti diabetes telah sembuh sepenuhnya sehingga pemantauan kesehatan tetap diperlukan.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan remisi diabetes berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal dibandingkan kondisi diabetes yang tidak mencapai remisi.
Untuk mendukung peluang tersebut, diperlukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, meliputi pengaturan pola makan, aktivitas fisik secara teratur, pengelolaan stres, serta upaya menurunkan berat badan apabila mengalami kelebihan berat badan.
“Semakin dini diabetes terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencapai remisi,” jelasnya.
Dr. Widhy juga mengingatkan bahwa upaya mencapai remisi tidak dapat dilakukan secara instan melalui diet ekstrem maupun olahraga berlebihan.
Masyarakat yang baru terdiagnosis diabetes maupun berada pada tahap pradiabetes dianjurkan mulai membangun kebiasaan sehat secara bertahap dan konsisten.
Pengaturan pola makan dapat dilakukan dengan memilih makanan yang lebih rendah gula, lemak jenuh, lemak trans, serta garam. Konsumsi serat juga perlu diperhatikan melalui sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan biji-bijian utuh.
Selain itu, aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Pemeriksaan kadar gula darah dan konsultasi dengan dokter juga menjadi bagian penting dalam menentukan pola pengelolaan diabetes yang tepat.

Perkenalkan Aksi REMISI untuk Masyarakat
Sebagai bagian dari kampanye edukasi, Tropicana Slim memperkenalkan gerakan REMISI sebagai pengingat kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
REMISI merupakan singkatan dari Rutin cek gula darah, Edukasi diri, Makan sehat, Istirahat cukup, Selalu bergerak, dan Ikuti anjuran dokter.
Gerakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa pengelolaan diabetes membutuhkan kedisiplinan dan keterlibatan aktif dalam menjaga kesehatan.
Founder Sobat Diabet sekaligus Fellow of International Diabetes Federation, Dr. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD., mengapresiasi kolaborasi dalam kampanye #Hands4Diabetes 2026.
Menurutnya, edukasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memberikan dukungan kepada penyandang diabetes agar lebih termotivasi menjalani pola hidup sehat.
Ia juga menyoroti kegiatan kampanye digital melalui petisi yang dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung berbagai program edukasi diabetes.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan diabetes secara tepat dan tidak memberikan stigma kepada penyandang diabetes.
Dorong Akses Produk Pendukung Pola Makan Sehat
Dalam kesempatan yang sama, Tropicana Slim turut memperkenalkan inovasi produk Tropicana Slim Diabtx Milk yang diklaim mengandung 9 gram protein dan serat multifiber untuk mendukung pengaturan asupan nutrisi.
Noviana menjelaskan, kecukupan serat dan protein merupakan bagian dari pola makan sehat. Serat dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan, sedangkan protein berperan dalam pemeliharaan massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tropicana Slim juga menjalin kolaborasi dengan Shopee sebagai mitra marketplace untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk pendukung pola makan sehat.
Melalui kampanye #Hands4Diabetes 2026, masyarakat diajak tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan mulai membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya mengenali risiko diabetes, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menjalankan pengelolaan kesehatan berdasarkan rekomendasi tenaga medis.
Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan, kualitas hidup penyandang diabetes diharapkan dapat terus ditingkatkan.






