Sponsor

Susu Sapi Segar Kualitas Atas, Murni Asli Cepogo

 

Boyolali,Kabarjoglo.com – Merantau tidak selamanya menjanjikan kesuksesan, Hari Purnomo salah satu warga Desa Sumbung RT 001/RW 002, Kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali menyadari fakta tersebut. Selang beberapa tahun merantau ke Karawang, Jawa Barat ia akhirnya memutuskan pulang kampung untuk merubah profesi menjadi Peternak Sapi.

Melanjutkan warisan turun temurun keluarga ia optimis bisa terus membawa usaha Sapi Perah menjadi lebih berkembang dari segi perawatan dan pemasaran. Salah satu hasil yang Hari dapat sekarang menjadi pemasok susu sapi ke pengepul Desa Singosari, Kec. Mojosongo Boyolali.

Setiap hari ia ditarget untuk menyediakan susu sapi 200 liter yang langsung diambil pengepul pada waktu pagi dan sore hari. Harga yang ia dapatkan tiap per liter susu senilai Rp4.850 sedangkan untuk susu dengan nilai kadar tinggi diharga Rp5.300 per liter. Susu yang masuk dalam kategori kelas tinggi dilihat dari kadar air sedikit dengan jumlah protein yang tinggi lemak sedang.

Sebelumnya ia menjadi penyuplai susu segar untuk Pabrik Indolacto tapi kini berhenti dan beralih ke Pengepul.  Jenis Sapi Perah yang ia ternak merupakan Sapi berjuluk FH, salah satu jenis sapi perah yang populasinya banyak di kembangkan di Indonesia. Sapi perah ini berasal dari provinsi Friesland Barat dan Holland Utara, sehingga di beri nama Fries Holland.

Perlu diketahui untuk beternak sapi perah FH juga harus disesuaikan dengan suhu lingkungan, ketinggian, iklim subtropis dan tropis dan manajemen perkandangan, pemeliharaan, pengendalian penyakit, serta juga sanitasi kandang dengan teratur.

Desa Sumbung sendiri berada di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut sehingga memiliki topografi dataran tinggi. Kondisi ini membuat Sumbung sangat cocok untuk peternakan sapi perah. Selain menjual susu sapi segar, Hari juga  mengolahnya menjadi berbagai macam kuliner mulai dari Kerupuk, Karamel, Permen dan Dodol sedangkan berbentuk cair diolah menjadi Yogurt, Kafier dan Pasteuris.

Makanan dan minuman berbahan dasar susu segar tersebut ia jual ke area Solo Raya, namun usahanya harus berhenti sejenak karena susu mudah basi untuk olahan cair, Hari juga hanya memproduksi minuman dari susu murni tanpa pengawet sehingga untuk jenis minuman tidak bertahan lama berbeda saat sudah padat bisa tahan hingga berbulan-bulan.

Pria 34 tahun ini juga menjabat sebagai Korda Jawa Tengah KTN (Kelompok Tani Ngaritiyah), Hari juga memiliki SK Claster Sapi Perah yang membuatnya dipercaya oleh Bupati Boyolali untuk mengembalikan Kota menjadi ikon Kota Susu seperti dahulu. Salah satu sasaran desa yang mumpuni untuk menjadi pemasok susu sapi terbesar berada di Kecamatan Cepogo, Musuk dan Selo.

Disamping usahanya menjadi peternak sapi perah ia juga melayani penjualan Sapi Pedaging, untuk jenis FH ia jual sekitar Rp25 juta per ekor. Pedet atau anakan sapi juga ia jual mulai dari umur 1 hari hingga hitungan bulan dengan harga variasi, Pedet Jantan diharga Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor sedangkan Pedet betina ia jual dari Rp 2,5 dan Rp3 juta.

Saat menjelang lebaran haji pemesanan untuk sapi pedagingnya meningkat pesat hingga 225 ekor yang ia kirim ke Jakarta, Karawang, Purwokerto, Pekalongan dan Magelang. Sedangkan untuk keseharian ia seringkali mendapat pesanan Sapi pedaging ataupun Perah yang dikirim ke Kudus, Bogor dan beberapa kota lainnya. Dari kedua usahanya ia lebih condong ke Sapi Perah meskipun terkadang membutuhkan perawatan extra dan penyakit Ndeprok (kebiasaan sapi tidak mau bergerak atau bangun setelah melahirkan) tapi ia merasakan perbedaan yang mencolok dari segi biaya pemeliharaan sedang dan keuntungan tinggi yang mengarah pada Sapi Perah.

Ternak Sapi Perah juga mengajarkan ia tentang kedisplinan karena untuk pemberian pakan dan pemerahan harus tepat waktu dan sesuai komposisi jika meleset sedikit saja bisa mempengaruhi pada proses produksi susu yang dikeluarkan.

Suka duka sudah ia rasakan bergelut di bidang peternakan, menjadi peternak memang pilihan jalan hidup karena juga alasan mewarisi profesi turunan. “Hiburan saya hanya dengan melihat sapi dikandang itu sudah membuat saya senang, bisa melupakan beban, masalah yang terkadang memusingkan”, ujarnya.

Kini Hari fokus pada kemajuan usaha sapi perahnya dan ingin merangkak naik menjadi Peternak Sapi Besar yang memiliki lahan luas dan sapi ratusan.

 

reporter  :Dwi Nur Hayati

Bagikan ini ke :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on whatsapp
WhatsApp

Sponsor

SPONSOR