Hari ini : Minggu, 24 Oktober 2021 09:09

Dilema Petani Tembakau di Selo Sambut Panen Raya di Saat Pandemi Covid-19.

 

SELO, Kabarjoglo.com – Tak lama lagi para petani tembakau di lereng gunung Merbabu Boyolali , melaksanakan panen raya tembakau . Tembako merupakan tanaman musiman yang di andalkan sebagai penopang ekonomi .

Di masa pandemi Covid-19 ini , para petani merasa was was , apakah hasil panen tembakaunya nanti dapat di jual dengan untung ataukah justru malah rugi . Demikian kata salah satu pelaku petani tembakau di kecamatan Selo , Joko Purnomo hari Kamis .

Melihat kondisi in , para petani tembakau berharap pemerintah bisa membatu petani menjual tembakau dengan harga tinggi. Baik tembakao jadi maupun yang masih berbentuk daun. Karena kondisi tembakao di musim ini tergolong berkwalitas .

Joko berharap hasil panennya bisa di beli pemerintah dengan harga yang menguntungkan. Yakni tembakao rajangan dengan harga di atas 60 ribu rupiyah dan tembakao daun di atas 10 ribu rupiyah perkilogramnya. Jika hasil panennya ini di beli pemerintah dengan patokan harga. Kemudian para greder membeli langsung ke pemerintah, bukan langsung ke petani.