Tidak hanya memberikan pemahaman teknis, acara ini juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan perencanaan gaya hidup selama masa pensiun. Banyak peserta yang antusias bertanya, baik mengenai waktu pencairan dana, pemilihan asuransi, hingga tips investasi untuk pensiunan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BUMN seperti PT Taspen dalam mewujudkan masyarakat yang melek keuangan dan siap menghadapi masa pensiun. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran besar dalam menyuarakan pentingnya literasi keuangan, terutama kepada golongan yang mendekati masa purna tugas.
Dosen pembimbing kegiatan, perwakilan dari BKPSDM Boyolali, serta perwakilan PT Taspen turut mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke daerah lain, mengingat masih banyak ASN yang membutuhkan edukasi mendalam terkait layanan pensiun dan manajemen keuangan.
“Sosialisasi Ketaspenan dan Pengelolaan Risiko Keuangan” ini menjadi langkah konkret dalam mendampingi ASN menapaki masa pensiun dengan bijak. Kolaborasi antara mahasiswa, instansi pemerintah, dan BUMN menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik dan edukasi keuangan bisa dilakukan secara inklusif dan berdampak luas. Dengan persiapan yang matang, masa pensiun bukanlah akhir, melainkan awal dari babak kehidupan yang lebih bermakna dan sejahtera.






