Kurasi Produk Usaha Pariwisata Dorong UMKM Desa Wisata Naik Kelas

Purworejo, 10 Juli 2025Sebanyak 13 pelaku usaha dari tiga kabupaten penyangga Borobudur mengikuti kegiatan Kurasi dan Pembekalan Produk Usaha Pariwisata yang berlangsung di Deloano Glamping, Purworejo, Kamis (10/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inkubasi Bisnis Pelaku Usaha Pariwisata yang diinisiasi oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API Yogyakarta dan PSDKU Poltekpar Sragen.

Kurasi ini menyasar pelaku UMKM di 16 desa wisata yang telah masuk ke dalam rencana rinci tata ruang (RRTR) kawasan otoritatif BPOB. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk wisata unggulan dari masyarakat lokal, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar pariwisata yang semakin kompetitif.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting dari berbagai institusi. Dari PSDKU Poltekpar Sragen, hadir Koordinator Program Studi Destinasi Pariwisata, Dr. Rahmawati, S.Sos., MM.Par, dan Sekretaris Program Studi, Iga Iin Purwanti, S.E. Sementara itu, jajaran BPOB diwakili oleh Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik, Bp. Yusuf Hartanto, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Pariwisata, Bp. Ifran Suharto, serta tim staf lintas divisi: Daud Darwanto, Windi Sartika Swiji Ningrum, Nadya Pramudita Putri, Nandatama Erda, dan Safril Aliyatno.

Dari pihak STIE Pariwisata API Yogyakarta, turut hadir Ketua LPPM, Dra. Endang Widayati, MM, Direktur Pusat Studi Desa Wisata (PUSDEWI), Setiawan Priatmoko, Ph.D, Sekretaris LPPM dan Kepala Biro Kerja Sama, Erna Wigati, S.Pd., M.Pd, serta Kepala Biro Kemahasiswaan, Andhyka Murti, M.Pd.

Peserta kurasi berasal dari pelaku usaha lokal yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan produk wisata unggulan berbasis potensi lokal, di antaranya Kulonprogo: Batik Gersaku, Rona Ecoprinting, JK Wooden Watch, Kopi Moka Menoreh, Guardia Fashion, Magelang: Grubiqu, Kopi Liar. Purworejo: Putri Snack, Kopi Brubik, Jati Mustika Deling, Kerajinan Bambu, Go Milk, Gallery Komplek Misnu

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan langsung saat proses kurasi dari para Kurator mengenai branding produk, storytelling destinasi, strategi pemasaran digital, serta kesiapan produk untuk masuk ke pasar pariwisata berkelanjutan.

Direktur PUSDEWI, Setiawan Priatmoko, Ph.D., yang akrab disapa Pak Ray, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas kurasi, namun juga merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pariwisata.

“PUSDEWI senang dan bangga bisa berkontribusi dalam program yang mendukung sektor pariwisata di tingkat akar rumput. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut, bahkan meluas hingga bekerja sama lebih erat dengan Kementerian Pariwisata dalam waktu mendatang,” ujar Setiawan.

Dengan adanya kurasi ini, diharapkan produk-produk unggulan dari desa wisata dan UMKM yang ada di sekitar Penyangga Borobudur tidak hanya memiliki nilai jual yang tinggi, tetapi juga mampu menjadi representasi identitas budaya lokal yang autentik dan berkelanjutan. Kegiatan ini menandai langkah strategis menuju penguatan ekosistem usaha pariwisata yang inklusif di kawasan penyangga Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas nasional. RN

.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan