JAKARTA – Upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis terus menunjukkan perkembangan signifikan. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengandalkan pendekatan investigasi berbasis teknologi dengan menelusuri puluhan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengurai jejak pelaku.
Sebanyak 86 titik CCTV telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim penyidik. Penelusuran ini dilakukan secara sistematis, dimulai dari dugaan lokasi awal keberangkatan pelaku, titik kejadian perkara, hingga jalur yang diduga digunakan untuk melarikan diri usai menjalankan aksinya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan metode Scientific Crime Investigation, yakni pendekatan investigasi berbasis data dan bukti ilmiah yang kini menjadi fokus utama dalam penanganan perkara kriminal modern. Melalui metode ini, setiap detail pergerakan pelaku dianalisis secara terukur dan terverifikasi.
Hasilnya, penyidik menemukan sejumlah petunjuk penting dari rekaman visual yang berhasil dikumpulkan. Salah satu kamera bahkan merekam dengan cukup jelas wajah terduga pelaku sebelum ia menutupi identitasnya menggunakan helm. Temuan ini kemudian dipadukan dengan analisis pola pergerakan serta ciri-ciri pakaian yang dikenakan.
Dari hasil pengolahan data tersebut, identitas pelaku mulai mengerucut. Penyidik juga memperkuat temuan dengan keterangan dari 15 orang saksi serta pencocokan dengan basis data kepolisian.
“Dari puluhan rekaman CCTV yang kami analisis, terlihat pola pergerakan yang konsisten serta kesesuaian ciri fisik dan atribut pelaku. Ini menjadi dasar kuat dalam proses identifikasi,” ujar pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Hingga saat ini, dua orang telah berhasil diidentifikasi sebagai terduga pelaku utama. Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan aksi tersebut.
Pengungkapan berbasis rekaman CCTV ini menunjukkan pemanfaatan teknologi yang semakin maksimal dalam kerja kepolisian. Selain mempercepat proses identifikasi, pendekatan ini juga diharapkan mampu menghadirkan transparansi serta rasa keadilan bagi korban dan masyarakat luas.
Kasus ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa setiap tindak kejahatan, sekecil apa pun, tetap dapat dilacak melalui jejak digital yang terekam dan dianalisis secara cermat oleh aparat penegak hukum.






