Tapi… kalau kamu pernah merasa “tidak sendiri” dalam hidupmu,
mungkin ini jawabannya.
Selama belasan tahun saya menjadi healer,
saya melihat sesuatu yang tidak semua orang bisa lihat.kehadiran mereka yang sudah tidak lagi hidup… tapi belum benar-benar pergi.
Setiap kali proses healing terjadi,
sering kali bukan hanya saya dan pasien yang hadir di ruangan itu.
Ada yang lain.
Ada yang menjaga.
Ada yang memperhatikan… dalam diam.
Dan dari merekalah, kebenaran-kebenaran itu muncul.
Hal-hal yang tidak pernah diucapkan pasien,
namun terasa begitu nyata.
Bahkan… banyak kesembuhan yang terjadi,
bukan karena saya.
Tapi karena energi leluhur mereka sendiri.
Saya hanya perantara.
Hanya jembatan.
Jadi kalau kamu merasa sendirian…
sebenarnya kamu tidak pernah benar-benar sendiri.
Leluhurmu tidak pergi.
Mereka tetap ada.
Menjaga.
Mengawasi.
Dan… menunggu.
Menunggu waktumu tiba untuk pulang.
Dan saat itu datang,
merekalah yang akan menjemputmu…
bukan dengan rasa takut,
tapi dengan kehangatan yang tak bisa dijelaskan.
Tubuh mereka memang sudah tiada.
Tapi jiwa… tidak pernah mati.
Kadang, saat hidupmu terasa berat…
saat kamu di titik paling lemah…
itu bukan kebetulan jika tiba-tiba kamu bermimpi tentang mereka.
Atau menemukan pesan di tempat yang tidak terduga.
Atau bertemu seseorang yang “seolah” tahu segalanya tentangmu.
Itu mereka.
Sedang mencoba menjangkau kamu.
Kalau kamu ingin merasakannya…
tidak perlu ritual rumit.
Cukup diam.
Tenang.
Tutup mata…
dan panggil nama mereka dengan tulus.
Karena sejatinya…
yang sudah terhubung oleh darah dan jiwa,
tidak pernah benar-benar terpisah.
Semoga kamu yang membaca ini…
sedang diingatkan, bukan ditakutkan.






