DEPOK – Di balik sebuah ruang kerja sederhana di Kota Depok, aktivitas penanganan perkara hukum berjalan tanpa henti. Berkas-berkas yang tersusun rapi menjadi saksi dinamika profesi advokat yang sarat tantangan.
Dari ruang tersebut, Dr. (C) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL., CPM menjalankan perannya sebagai praktisi hukum yang kerap menangani perkara-perkara sensitif dengan tekanan tinggi.
Bagi Andi Tatang, profesi advokat tidak sekadar menjalankan fungsi pembelaan di ruang sidang. Ia menempatkan hukum sebagai instrumen untuk menghadirkan keadilan, khususnya bagi pihak yang memiliki keterbatasan akses dan posisi tawar.
Fokus pada Perlindungan Korban
Dalam sejumlah perkara, Andi Tatang dikenal memiliki perhatian besar terhadap korban, terutama anak-anak. Ia pernah menjadi kuasa hukum dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di wilayah Depok yang menyita perhatian publik.
Penanganan kasus tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari tekanan sosial hingga dinamika pihak-pihak yang terlibat. Namun, ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan serta berpihak pada perlindungan korban.
Menurutnya, dalam perkara yang melibatkan anak, aspek keadilan tidak dapat ditawar dan harus menjadi prioritas utama.
Soroti Persoalan Sengketa Lahan
Selain kasus kekerasan, Andi Tatang juga aktif menangani sengketa pertanahan yang kompleks. Ia beberapa kali menyoroti dugaan praktik mafia tanah yang dinilai merugikan masyarakat.
Dalam pandangannya, lemahnya transparansi administrasi pertanahan menjadi salah satu akar persoalan yang perlu dibenahi. Ia mendorong penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum yang sah dan berkeadilan.
Sikap tegas tersebut terlihat saat ia menangani sengketa lahan yang berdampak pada fasilitas pendidikan. Ia menolak tindakan penyegelan sepihak karena dinilai berpotensi mengganggu hak peserta didik dalam memperoleh pendidikan.
Tangani Kasus Berprofil Tinggi
Kiprah Andi Tatang juga mencakup perkara-perkara yang melibatkan figur publik dan mendapat sorotan luas. Ia pernah terlibat dalam pendampingan kasus yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan hingga perkara yang menyeret sejumlah tokoh, termasuk Jamal Mirdad.
Penanganan kasus semacam ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selain menjaga integritas hukum, ia juga harus menghadapi tekanan opini publik dan perhatian media.
Pandangan soal Kejahatan Seksual Anak
Di luar proses litigasi, Andi Tatang juga kerap menyampaikan pandangan terkait penegakan hukum terhadap kejahatan seksual pada anak. Ia menilai bahwa tidak semua kasus layak diselesaikan melalui pendekatan restoratif.
Menurutnya, penegakan hukum harus memberikan efek jera sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi korban.
Di Antara Apresiasi dan Polemik
Perjalanan karier Andi Tatang tidak lepas dari dinamika. Di satu sisi, ia mendapat apresiasi atas konsistensinya dalam mengawal kasus-kasus sensitif. Namun di sisi lain, langkah-langkah yang diambilnya juga kerap memunculkan perdebatan.
Meski demikian, ia tetap berpegang pada prinsip bahwa hukum harus menjadi landasan utama dalam setiap penyelesaian perkara.
Di tengah kompleksitas penegakan hukum di Indonesia, nama Andi Tatang Supriyadi menjadi salah satu advokat yang diperhitungkan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Ia terus berada di garis depan, menghadapi risiko sekaligus menjaga komitmen terhadap keadilan.






