Universitas Duta Bangsa Surakarta Kolaborasi dengan Kampus Malaysia, Tingkatkan Literasi Hukum Kesehatan Digital Mahasiswa

MELAKA – Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta kembali memperluas jejaring internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Multimedia University (MMU), Malaysia, Rabu (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 waktu setempat tersebut fokus pada peningkatan literasi hukum kesehatan digital bagi mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi layanan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Dalam program kolaborasi internasional tersebut, tim dari UDB Surakarta membahas sejumlah isu krusial yang kini menjadi perhatian global, mulai dari layanan telemedicine, perlindungan data kesehatan pribadi pasien, hingga tanggung jawab hukum tenaga medis dalam ekosistem layanan kesehatan digital.

Melalui diskusi akademik dan pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas, peserta mendapatkan pemahaman mendalam terkait tantangan hukum di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman mahasiswa, yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test peserta.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjawab fenomena lag of law, yakni kondisi ketika regulasi hukum tertinggal dibanding perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Selain aspek praktis, kegiatan ini juga mengangkat pendekatan filosofis hukum dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Konsep keadilan yang dikemukakan filsuf John Rawls turut menjadi salah satu pembahasan penting dalam kegiatan tersebut, terutama terkait kesetaraan akses pendidikan hukum bagi seluruh mahasiswa.

Tak hanya itu, pendekatan sociological jurisprudence dari Roscoe Pound juga diaplikasikan dalam program ini. Hukum dipandang sebagai sarana rekayasa sosial yang mampu membentuk pola pikir mahasiswa agar siap menghadapi perkembangan teknologi kesehatan modern.

Peserta juga diajak menganalisis berbagai kasus nyata melalui pendekatan hermeneutika hukum. Diskusi semakin menarik dengan adanya perbandingan sistem hukum Indonesia dan Malaysia terkait regulasi layanan kesehatan digital.

Pendekatan tersebut dinilai penting guna mendorong harmonisasi regulasi antarnegara agar layanan kesehatan digital dapat berjalan secara aman, adil, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga mengadopsi pendekatan Integrative-Tetradic Realism Theory yang dikembangkan oleh Aris Prio Agus Santoso, yang memandang hukum sebagai realitas multidimensi dari sisi normatif, sosial, moral, dan empiris.

Melalui kolaborasi internasional ini, Universitas Duta Bangsa Surakarta berharap dapat menciptakan model pendidikan hukum yang adaptif terhadap tantangan global sekaligus melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki kesadaran hukum kritis di era transformasi digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan