Bangun Wajah Baru Kemenhaj dengan Integritas dan Disiplin

Kabarjoglo.com, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah membangun wajah baru kementerian melalui integritas, disiplin, serta pelayanan kepada jemaah dengan pendekatan kekeluargaan.

Pesan tersebut disampaikan Dahnil dalam agenda Town Hall Meeting: Istighotsah dan Pembinaan Pegawai Kemenhaj yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pimpinan dengan seluruh pegawai. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsolidasi kelembagaan sekaligus penguatan mental dan spiritual aparatur Kemenhaj.

Dalam arahannya, Wamenhaj menekankan bahwa penyelenggaraan haji merupakan amanah besar yang membutuhkan ikhtiar dan komitmen berkelanjutan. Menurutnya, kesempurnaan dalam penyelenggaraan bukan berarti tidak adanya kekurangan, melainkan adanya kemauan untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan pelayanan.

Mengacu pada pesan “wa atimmul-hajja wal-’umrata lillah”, Dahnil mengajak seluruh ASN menjadikan semangat untuk terus menyempurnakan pelayanan sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.

“Dalam penyelenggaraan kita pasti menemukan ketidaksempurnaan. Tetapi upaya kita adalah menyempurnakan,” ujar Wamenhaj.

Dahnil kemudian menekankan dua nilai utama yang harus menjadi fondasi bagi seluruh ASN Kemenhaj, yakni integritas dan disiplin.

Menurutnya, integritas tercermin melalui kejujuran, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Sementara disiplin harus dibangun mulai dari kebiasaan sederhana, seperti ketepatan waktu, kerapian berpakaian, menjaga kebersihan, hingga menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Hal-hal sederhana tersebut, menurut Dahnil, memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus citra Kementerian Haji dan Umrah di mata masyarakat.

“Wajah kementerian adalah wajah ASN-nya. Karena itu, mari kita bangun karakter dan wajah kementerian ini,” tegasnya.

Selain integritas dan disiplin, Wamenhaj juga mengajak seluruh ASN untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan para jemaah melalui pendekatan kekeluargaan.

Jemaah haji dan umrah, menurutnya, tidak semata-mata dipandang sebagai penerima layanan, tetapi sebagai bagian dari keluarga yang harus dilayani dengan empati, kepedulian, dan kasih sayang.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya membutuhkan pelayanan yang profesional, tetapi juga aparatur yang mampu memahami kebutuhan dan kondisi para jemaah.

Dahnil juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan kerja sebagai bagian dari kualitas pelayanan. Sebagai pusat layanan masyarakat, kebersihan, kerapian, serta keramahan aparatur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wajah Kemenhaj.

Kegiatan Town Hall Meeting tersebut diikuti para pejabat eselon I, staf khusus, pejabat eselon II di lingkungan kantor pusat, kepala kantor wilayah, kepala kantor kabupaten dan kota, kepala asrama haji, serta pegawai Kementerian Haji dan Umrah dari seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa Town Hall Meeting menjadi sarana komunikasi internal untuk memperkuat kesamaan pemahaman terhadap kebijakan pimpinan.

Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat budaya kerja, semangat kolaborasi, serta rasa memiliki seluruh pegawai terhadap proses transformasi Kementerian Haji dan Umrah.

Ke depan, kegiatan Town Hall Meeting direncanakan digelar secara rutin setiap bulan dengan penanggung jawab yang dilakukan secara bergiliran oleh masing-masing unit eselon I.

(Kontributor: Arif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan