SOLO – Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 resmi diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers yang digelar di Ruang Manganti Praja, Balai Kota Surakarta, Kamis (16/10/2025). Film ini melanjutkan kisah haru tentang cinta dan pengorbanan seorang ibu, dengan latar Kota Solo yang kental akan budaya dan nilai kekeluargaan.
Press conference ini dihadiri oleh jajaran penting, antara lain Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Drs. Aryo Widyandoko, M.H., produser Ronny Irawan, serta para pemeran utama seperti Titi Kamal (Aqila), Citra Kirana (Yumna), dan penyanyi Fadhilah Intan yang kembali menyumbangkan suara dalam original soundtrack film ini.
Solo Sebagai “Rumah” Cerita
Produser Air Mata di Ujung Sajadah 2, Ronny Irawan, mengungkapkan bahwa pemilihan Kota Solo bukan sekadar keputusan artistik, tetapi memiliki makna personal bagi tim produksi.
“Solo bukan hanya latar cerita, tetapi halaman kehidupan kami. Di sini kami melihat kekayaan budaya, dari wayang, kuliner, hingga batik. Semua itu merepresentasikan kehangatan dan nilai keluarga yang menjadi jiwa film ini,” ujarnya.
Ronny juga menambahkan, setelah sukses besar di Indonesia dan Malaysia pada film pertama, kehadiran sekuel ini diharapkan tidak hanya mengulang kesuksesan, tetapi juga menjadi promosi budaya yang kuat bagi Kota Solo di kancah internasional.
Kisah yang Lebih Emosional
Aktris Citra Kirana yang kembali memerankan tokoh Yumna menuturkan bahwa perannya kali ini lebih berat secara emosional.
“Yumna kehilangan suaminya dan harus menghadapi kembalinya Aqila ke hidupnya. Dia takut kehilangan anaknya, jadi perjuangannya kali ini bukan hanya sebagai ibu, tapi juga sebagai perempuan yang bertahan di tengah kehilangan,” ungkap Citra.
Sementara itu, Titi Kamal yang kembali menjadi Aqila mengaku terharu bisa berakting di Kota Solo.
“Syuting di Solo itu seperti pulang ke rumah. Suasananya hangat, orang-orangnya ramah, dan energi kotanya membuat setiap adegan terasa hidup. Kami bahkan sempat syuting di Laweyan, naik kereta uap, dan menikmati kuliner khas Solo,” tutur Titi dengan penuh semangat.
Lagu yang Menyuarakan Hati
Penyanyi Fadhilah Intan, yang sebelumnya dikenal lewat lagu “Dawai” di film pertama, kini kembali mengisi soundtrack berjudul Pura-Pura Bahagia.
“Lagu ini bercerita tentang banyak orang yang tampak baik-baik saja, padahal menyimpan luka di dalam hati. Semoga lagu ini bisa membuat penonton lebih jujur dengan perasaannya, dan menemukan makna bahagia yang sebenarnya,” kata Intan.
Harapan untuk Kota Solo
Siti Khotimah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, menyambut positif pemilihan Solo sebagai lokasi utama produksi film ini.
“Kami bangga karena film ini mengangkat keindahan dan kearifan lokal Kota Solo. Semoga menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan memperkuat citra Solo sebagai kota budaya yang selalu hidup di hati masyarakat,” ujarnya.
Penutup
Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 bukan hanya kelanjutan dari kisah yang sukses secara komersial, tetapi juga sebuah persembahan emosional bagi para ibu, sekaligus surat cinta untuk Kota Solo. Dengan narasi yang lebih menyentuh dan visual yang menonjolkan keindahan budaya, film ini diharapkan menjadi salah satu karya sinema nasional paling berkesan di tahun 2025.






