SURAKARTA – Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember menjadi momentum refleksi peran perempuan sebagai sosok yang tak hanya identik dengan keindahan, tetapi juga kekuatan dan karakter. Semangat tersebut diwujudkan Kebaya Nusantara (KeNes) melalui kegiatan bertajuk “Kebaya Bercerita”, yang digelar di Ndalem Lojen Sasonomulyo, Kompleks Karaton Surakarta Baluwarti, Surakarta.
Kegiatan berupa workshop ini menghadirkan KRAy Febri H Dipokusumo sebagai narasumber utama. Acara diikuti para perempuan lintas usia yang ingin memperdalam pemahaman tentang kebaya, tidak sekadar sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai identitas dan ekspresi nilai budaya.
Ketua Kebaya Nusantara, Indrias Senthir, menjelaskan bahwa “Kebaya Bercerita” dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kecintaan perempuan, khususnya para ibu, terhadap kebaya. Workshop ini juga menekankan pentingnya berbusana secara tepat sesuai konteks, selaras dengan falsafah Jawa “empan papan”, yakni kemampuan menempatkan diri secara pantas dalam berbagai situasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin perempuan memahami bahwa kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan cerminan sikap, etika, dan kepribadian,” ujar Indrias.
Dalam pemaparannya, KRAy Febri H Dipokusumo—yang akrab disapa Gusti Febri—menegaskan pentingnya rasa bangga mengenakan kebaya. Ia mengingatkan bahwa kebaya telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda, sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat dan melestarikannya.
Gusti Febri juga mengulas kekayaan ragam kebaya di Indonesia, mulai dari kebaya Encim, Janggan, Kuthubaru, Kartini, hingga berbagai bentuk lain yang mencerminkan keragaman budaya Nusantara.
Sementara itu, para pendiri Kebaya Nusantara, Nanul Hardjono, Julia Mocla, dan Dewi Riry, menyampaikan komitmen KeNes untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi, kegiatan budaya, serta penguatan peran perempuan sebagai penjaga nilai tradisi.
“Kebaya Nusantara hadir dengan semangat melestarikan kebaya Indonesia sekaligus mengangkat pesona perempuan Indonesia,” ujar para founder, merujuk pada slogan KeNes, “Pesona Perempuan Indonesia.”
Melalui “Kebaya Bercerita”, Kebaya Nusantara menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan narasi hidup tentang perempuan Indonesia yang anggun, berdaya, dan berakar kuat pada budayanya.






