SURAKARTA, Kabarjoglo.com – Suasana penuh keakraban dan nuansa budaya mewarnai kegiatan Sonjo Wargo yang digelar Pemerintah Kota Surakarta di halaman Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Rabu (29/7/2026) malam. Bertepatan dengan malam Kamis Pon, yang merupakan weton Wali Kota Surakarta Respati Ardi, kegiatan tersebut dipadukan dengan pertunjukan seni tradisional dari Paguyuban Karawitan Tegallaras serta dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat. Agenda tersebut juga dipromosikan melalui kanal resmi Kelurahan Tegalharjo. (Instagram)
Ketua Paguyuban Karawitan Tegallaras, Langgeng Suharjo, S.Sn., mengatakan Tegalharjo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang layak terus dikenalkan kepada masyarakat.
“Tegalharjo bukan sekadar wilayah administratif, tetapi memiliki identitas sebagai kampung budaya. Di dalamnya terdapat 11 kampung dengan sejarah dan karakter yang berbeda-beda, mulai Kampung Kandang Sapi, Nanasan, Kacangan, Kosanan hingga ikon Ringin Semar yang menjadi penanda kawasan Tegalharjo,” ujar Langgeng.
Menurutnya, seluruh potensi budaya tersebut sedang dirangkum dalam sebuah karya berjudul “Tegalharjo Kumandang”, yang akan menjadi media promosi budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Tegalharjo.
“Kami ingin seluruh kampung di Tegalharjo memiliki ruang untuk dikenalkan melalui seni dan karawitan. Harapannya, budaya lokal semakin dikenal dan menjadi kebanggaan warga,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi semangat warga yang masih aktif melestarikan seni karawitan. Ia mengaku bangga karena Tegalharjo memiliki seperangkat gamelan dan generasi muda yang mulai dilibatkan sebagai penerus.
“Alhamdulillah, ini salah satu kelurahan yang memiliki gamelan. Yang lebih membanggakan, anak-anak mudanya juga ikut belajar. Jangan sampai putus. Seni gamelan dan karawitan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Respati.
Respati juga mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Surakarta akan menggelar Festival Kamis Pon mulai tahun depan. Festival tersebut akan menjadi ajang kompetisi kesenian tradisional antar-kelurahan, mulai dari karawitan, tembang Jawa hingga ketoprak.
“Tahun depan akan ada Festival Kamis Pon. Setiap kelurahan kami dorong menampilkan karawitan, tembang dan ketoprak yang mengandung nilai edukasi bagi masyarakat. Mulai sekarang silakan latihan sebanyak-banyaknya,” katanya.
Selain membahas pelestarian budaya, Respati turut memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Surakarta, di antaranya Rumah Siap Kerja untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar lebih mudah terserap dunia usaha.
Ia menegaskan, pemerintah ingin membuka peluang kerja melalui kolaborasi dengan sektor swasta sehingga mampu mengurangi angka pengangguran tanpa membebani keuangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Respati juga mengajak masyarakat mendukung program pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo sudah membutuhkan langkah nyata melalui pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Di akhir sambutannya, Respati mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, adab, menjaga budaya, serta menyiapkan masa depan anak-anak kita agar menjadi generasi yang berakhlak dan produktif,” pungkasnya.
https://youtu.be/qYsgfjjfOFI






