KULON PROGO – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkuat di Kabupaten Kulon Progo. Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., bersama personel Kodim mengikuti Apel Kesiapan Menghadapi Karhutla di halaman Mapolres Kulon Progo, Senin (10/8/2026).
Apel dipimpin Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, A.Md., didampingi Dandim 0731/Kulon Progo dan Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Basarnas, Tagana, PMI, Senkom serta unsur terkait lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Kulon Progo menyampaikan bahwa kondisi iklim dan musim kemarau perlu diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pengalaman penanganan karhutla pada 2025, menurutnya, menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan secara cepat dan terpadu.
“Guna memastikan wilayah Kulon Progo aman dari ancaman kebakaran, sinergitas lintas sektor harus terus diperkuat, disertai edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu dan deteksi dini,” ujarnya.
Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Peralatan pemadam kebakaran, kendaraan tangki air, pompa air portabel serta perlengkapan pendukung lainnya harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelanggaran tetap perlu dilakukan secara terukur. Keselamatan personel juga menjadi prioritas dalam setiap kegiatan penanganan maupun pemadaman karhutla.
“Terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Forkopimda, instansi terkait dan para relawan yang siap bahu-membahu menjaga Kulon Progo dari ancaman karhutla,” tambahnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla. Pemeriksaan meliputi peralatan pemadam, kendaraan tangki air, pompa air portabel dan berbagai perlengkapan lainnya.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai (ready to use) ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan kebakaran di wilayah Kulon Progo.






