MALANG KOTA – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S., S.H., S.I.K., M.H. mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menjaga persatuan dan keamanan di tengah derasnya arus informasi digital.
Ajakan tersebut disampaikan Danang saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika: Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” yang digelar Polresta Malang Kota di Cafe Jeep, Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (11/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB itu diikuti sekitar 80 peserta. Hadir pula Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandi Siregar, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Sekda Kota Malang, Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejari, Danramil Kota Malang, serta perwakilan organisasi masyarakat, Kelompok Cipayung, BEM Malang Raya dan komunitas ojek online.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas sejumlah tantangan yang berkembang di masyarakat, khususnya ancaman disinformasi, provokasi dan penyebaran narasi bermuatan SARA di media sosial.
Danang menilai kondisi Kota Malang yang dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus memiliki latar belakang masyarakat yang beragam membutuhkan komunikasi dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat keamanan, kelompok masyarakat, mahasiswa dan komunitas.
“ Kami akan mendukung gagasan yang baik dan mengoordinasikannya dengan pemerintah kota. Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata bagi Kota Malang,” ujar Danang.
Selain persoalan ruang digital, dialog juga menyinggung berbagai isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya keamanan kendaraan bermotor, penyampaian aspirasi mahasiswa, informasi viral yang belum terverifikasi, dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan dan pesantren, hingga persoalan fasilitas publik serta pohon yang berpotensi tumbang.
Terkait keamanan, Danang menyebut tren kasus pencurian kendaraan bermotor secara komparatif tahunan relatif stabil dan cenderung menurun. Meski demikian, persoalan tersebut tetap menjadi perhatian kepolisian.
Ia menekankan bahwa pencegahan kejahatan tidak hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat. Kewaspadaan terhadap kendaraan dan penguatan sistem keamanan lingkungan dinilai penting untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminal.
Polresta Malang Kota juga mengoptimalkan pemantauan melalui lebih dari 250 unit CCTV yang didukung patroli rutin. Infrastruktur tersebut turut membantu kepolisian dalam melakukan pemantauan serta mengungkap sejumlah kasus kriminal.
Sementara terkait fenomena informasi viral di media sosial, Danang mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan ruang digital sebagai tempat untuk menghakimi seseorang.
“Media sosial jangan menjadi ruang untuk menghakimi seseorang. Kita perlu menyaring informasi, saling mengingatkan dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang benar,” tegasnya.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan jalur yang sesuai agar tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, keamanan dan stabilitas wilayah merupakan fondasi penting bagi perkembangan Kota Malang sebagai kota pendidikan. Kondisi tersebut juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi serta mendukung percepatan pembangunan.
Wahyu turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar luas di media sosial sebelum memastikan kebenarannya.
“Pemerintah Kota Malang siap berkolaborasi dengan aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan kota secara konstruktif,” ujarnya.
FGD kemudian berkembang menjadi dialog terbuka yang mempertemukan pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, TNI, organisasi masyarakat, mahasiswa dan komunitas.
Berbagai aspirasi yang muncul menjadi masukan untuk memperkuat pelayanan publik, menjaga keamanan wilayah serta membangun tata kelola kehidupan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui forum tersebut, Polresta Malang Kota mendorong penguatan komunikasi lintas sektor, peningkatan literasi digital serta kesadaran bersama untuk menghentikan penyebaran disinformasi, provokasi dan ujaran kebencian bermuatan SARA.
Sinergi lintas elemen dinilai menjadi kunci untuk menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi digital sekaligus merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika di Kota Malang.






