Polri Kembali Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Korban Gempa NTT, Total Logistik Capai 247,66 Ton

JAKARTA – Polri kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikirim melalui jalur udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak bencana.

Pada Rabu (19/8/2026), Polri melalui Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri mengangkut 1,44 ton bantuan logistik menggunakan pesawat CN 295 P-4501 dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Bantuan tersebut terdiri dari 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut 586 kilogram, lima koli sarung 340 kilogram, serta 120 kasur lipat dengan berat 420 kilogram.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, distribusi melalui jalur udara menjadi salah satu strategi untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.

“Polri terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pengiriman melalui jalur udara ini merupakan bagian dari percepatan distribusi logistik,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Pengiriman bantuan kembali dilakukan pada Kamis (20/8/2026). Pesawat CN 295 P-4501 mengangkut 2.102 kilogram bantuan dari Surabaya menuju Labuan Bajo.

Bantuan lanjutan tersebut meliputi 130 kasur busa lipat seberat 420 kilogram serta pakaian dari Bhayangkari Polda Kalimantan Barat yang dikemas dalam 38 karung dengan total berat 1.682 kilogram.

Polri Kerahkan 236 Personel ke NTT

Selain mengirim bantuan logistik, Polri juga mengerahkan 236 personel BKO ke Polda NTT untuk membantu penanganan pascagempa.

Personel tersebut memiliki berbagai kemampuan, mulai dari pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan hingga membantu distribusi bantuan kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran.

Bantuan tersebut mencakup bahan makanan, pakaian, perlengkapan pengungsian, obat-obatan serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026), Kapolri juga menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air dan 36 boks obat-obatan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Bantuan Juga Dikirim Menggunakan Helikopter

Penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan menggunakan pesawat CN 295. Polri juga mengoperasikan Helikopter Bell 429 P-3202 untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Pada Rabu (19/8/2026), helikopter tersebut terbang dari Labuan Bajo menuju Pacuan Kuda Reo, Kabupaten Manggarai, dengan membawa sekitar 100 kilogram bantuan.

Bantuan tersebut antara lain mi instan, kopi, makanan, biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik dan kebutuhan lainnya. Helikopter juga membawa tempat tidur untuk mendukung kebutuhan di lokasi penanganan bencana.

Trunoyudo menegaskan Polri akan terus hadir membantu masyarakat selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascagempa.

“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak, baik melalui pengerahan personel, pelayanan kemanusiaan, maupun pendistribusian bantuan logistik,” tuturnya.

Ia berharap bantuan yang terus disalurkan dapat meringankan beban warga sekaligus mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Pos terkait