Surakarta – Dalam upaya menekan risiko kecelakaan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas, Kodim 0735/Surakarta bekerja sama dengan Denpom IV/Surakarta dan sejumlah instansi terkait menggelar kegiatan Safety Riding bagi prajurit dan PNS.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dharmawangsa Kompleks Makodim 0735/Surakarta, Jalan A. Yani Nomor 349, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Jumat (21/8/2026).
Sekitar 60 anggota militer dan PNS jajaran Kodim 0735/Surakarta mengikuti kegiatan yang dibuka langsung oleh Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Denpom IV/Surakarta yang dipimpin Dandenpom Letkol Cpm A. Sapik, S.H., perwakilan Polresta Surakarta AKP Dian Rahma, S.H., serta perwakilan PT Jasa Raharja Cabang Surakarta.
Dalam sambutannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., menegaskan pentingnya disiplin dan kesadaran setiap personel dalam berlalu lintas.
“Berdoa sebelum berkendara, lengkapi administrasi, gunakan helm berstandar SNI, serta lakukan pengecekan kendaraan secara berkala,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Karena itu, seluruh peserta diminta mencermati serta menjadikan materi yang disampaikan sebagai pedoman dalam berkendara sehari-hari.
“Ingat, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Mari kita cermati dan pedomani materi hari ini,” tegas Dandim.
Sementara itu, Dandenpom IV/Surakarta Letkol Cpm A. Sapik, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Safety Riding tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pimpinan TNI AD melalui Puspomad terhadap keselamatan personel.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mencegah terjadinya kerugian, baik personel maupun materiil, akibat kecelakaan lalu lintas.
“Eskalasi kecelakaan pada tahun 2025 hingga 2026 mengalami peningkatan. Kami memberikan apresiasi kepada Kodim 0735/Surakarta yang hingga saat ini masih mempertahankan status Zero Accident,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0735/Surakarta berharap seluruh prajurit dan PNS semakin memahami pentingnya keselamatan, disiplin, serta etika dalam berkendara.
Sinergi antara TNI AD, Polri, dan Jasa Raharja ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas. Setiap prajurit dan PNS diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian personel maupun materiil.
(Arda 72)





