Hari ini : Selasa, 21 September 2021 04:11

Operasi Pangan Gratis, ACT Solo Kirim 3 Ton Beras Gratis untuk Masyarakat yang Membutuhkan

SOLO – Pandemi yang belum usai menjadikan banyak masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka. Merespons kondisi sulit tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo mengirimkan 3 ton beras gratis untuk masyarakat Solo yang membutuhkan. Beras gratis sebanyak 3 ton itu dikirim langsung dari gudang Wakaf Distribution Center (WDC) ACT yang ada di Jombang, Jawa Timur, ke 3 lokasi di Kota Solo pada hari Minggu, 5 September 2021.
Lokasi distribusi pertama di Pondok Pesantren Putri Darul Batul Ath-Thohiroh di Pasar Kliwon Surakarta. Sebanyak 1 ton beras ini diterima langsung oleh Habib Sholeh Al Jufri selaku pengasuh pondok pesantren. Beliau juga mengajak untuk peduli kepada seluruh masyarakat yang terdampak pandemi ini dengan bersedekah pangan.
“Kita melihat kondisi masyarakat kita sangat terdampak oleh kondisi pandemi yang panjang ini, kemiskinan mulai merata di mana-mana, pengangguran juga di mana-mana, maka kita harus peduli terhadap mereka. Kondisi yang saat ini sangat diperlukan adalah pangan, karena ini hal yang sangat pokok. Mari kita berbagi sedekah, dengan membagi beras dan kebutuhan-kebutuhan pangan lainnya dan saya juga mengajak untuk seluruh masyarakat untuk ikut berdonasi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sudah terbukti selalu memberikan santunan-santunan kepada masyarakat di tengah-tengah pandemi ini,” ajak Habib Sholeh.
Lokasi distribusi kedua sebanyak 1 ton beras yakni berada di kediaman Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf yang beralamat di Pasar Kliwon, Solo. Lokasi terakhir adalah di Ponpes Ta’mirul Islam, sebanyak 1 ton beras diterima langsung oleh Ustad KH Muhammad Halim.
Total 3 ton beras gratis ini nantinya akan didistribusikan melalui para Habaib dan pesantren untuk masyarakat Solo yang kondisinya sangat membutuhkan.
Branch Manager ACT Solo, Muhammad Irfan menyampaikan bahwa ACT Solo saat ini fokus di pangan.

“Saat ini ACT Solo lebih fokus ke program-program pangan karena melihat kondisi masyarakat yang saat ini perekonomiannya jatuh akibat pandemi, pengangguran meningkat, dan kesulitan mendapatkan pangan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Maka bantuan-bantuan pangan ini kita hadirkan agar bisa mengurangi beban mereka. Beras yang didistribusikan ini juga merupakan hasil panen dari program ACT yakni Wakaf Sawah Produktif (WSP) dari 5 daerah yang ada di Jawa Timur,” tutur Muhammad Irfan.

Related Posts

Terkini

Sponsor