Bangkok – Penunjukan Filipina sebagai Presiden Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-78 memicu kekhawatiran di kalangan pegiat kesehatan global yang menyoroti pentingnya menjaga integritas dan tata kelola bebas konflik kepentingan dalam forum tertinggi pengambilan kebijakan kesehatan dunia.
Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara (SEATCA) bersama Corporate Accountability menegaskan bahwa kepemimpinan WHA harus mencerminkan komitmen kuat terhadap prinsip kesehatan masyarakat dan bebas dari pengaruh industri yang menghasilkan produk merugikan, seperti tembakau, alkohol, makanan ultra-proses, dan bahan bakar fosil.
Kritik terhadap Filipina mencuat menyusul keterlibatan pemerintahnya dalam menerima donasi dari Philip Morris International (PMI), termasuk empat unit klinik keliling yang diserahkan langsung oleh eksekutif PMI dalam upacara resmi di Istana Malacañang, Maret lalu. Donasi tersebut dinilai melanggar Pasal 5.3 Konvensi Kerangka Kerja WHO untuk Pengendalian Tembakau (FCTC), yang mengatur perlindungan kebijakan publik dari pengaruh industri rokok.
“Interaksi semacam ini bukan hanya melanggar ketentuan FCTC, tapi juga menciptakan preseden berbahaya dalam pengambilan keputusan kesehatan global,” kata Dr. Ulysses Dorotheo, Direktur Eksekutif SEATCA. Ia menekankan bahwa bekerja sama dengan industri yang secara langsung merugikan kesehatan publik adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat perlindungan masyarakat.
SEATCA bersama 65 organisasi lainnya sebelumnya telah mengajukan petisi kepada negara-negara anggota WHO untuk membatalkan pencalonan Filipina sebagai presiden sidang. Mereka menilai kedekatan Filipina dengan industri rokok berpotensi melemahkan posisi WHO dalam memimpin agenda kesehatan dunia yang independen dan transparan.
Daniel Dorado dari Corporate Accountability menambahkan bahwa pengaruh industri dalam lembaga seperti WHA merupakan ancaman nyata terhadap upaya global membangun sistem kesehatan yang adil dan berkelanjutan. “WHA harus berdiri di atas prinsip tata kelola yang kuat, bebas dari intervensi industri. Integritas hari ini menentukan masa depan kesehatan dunia,” ujarnya.
Majelis Kesehatan Dunia ke-78 berlangsung di Jenewa pada 19–27 Juni 2025.






