HUT ke-7 Komunitas Ingsun Sukoharjo Dimeriahkan Srawung Budaya Reog Ponorogo, Ketua FBM Beri Apresiasi

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-7, Komunitas Reog Ponorogo Ingsun Sukoharjo menggelar acara budaya bertajuk Srawung Budaya Reog Ponorogo pada Jumat malam, 13 Juni 2025, di Taman Budaya Suryani, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pelestarian dan apresiasi terhadap kesenian tradisional Reog Ponorogo yang merupakan warisan budaya Nusantara.

Acara budaya ini dimeriahkan oleh 18 penari Dadak Merak, 21 penari Jathilan, dan 25 penampil Bujang Ganong dari berbagai sanggar seni di wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Penampilan mereka diharapkan mampu memukau para penonton serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni pertunjukan tradisional.

Sebagai bagian dari perhelatan ini, panitia juga membuka kuota eksklusif untuk 10 fotografer. Setiap fotografer akan mendapatkan All Access Card, konsumsi, sesi ramah tamah satu jam sebelum acara, serta sertifikat penghargaan. Para fotografer yang terlibat diminta untuk menyumbangkan 10 hingga 15 file dokumentasi foto atau video kepada panitia. Pendaftaran dapat dilakukan melalui kontak person Erva Novita R.L. di nomor 0882-2531-4812.

Rangkaian Acara Berlangsung dari Sore Hingga Tengah Malam

Rangkaian acara dimulai pukul 15.00 WIB dengan persiapan alat dan rias penari. Selanjutnya, waktu istirahat dan makan bersama (Isoma) dijadwalkan pada pukul 18.00 hingga 19.30. Acara resmi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan, doa bersama, dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan komunitas selama tujuh tahun terakhir.

Dalam keterangan pers, Purwanto, sesepuh Komunitas Ingsun Sukoharjo, menyampaikan harapan agar kesenian Reog terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

“Melalui komunitas ini, kita tidak hanya melestarikan seni pertunjukan, tetapi juga nilai-nilai budaya dan sejarah yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Semoga acara ini membawa berkah dan memperkuat solidaritas budaya kita,” ujar Purwanto di hadapan awak media.

Sukoharjo Diharapkan Jadi Pusat Reog Ponorogo Kedua

Apresiasi juga datang dari Ketua Yayasan Budaya Mataram (FBM), Dr. Brm Kusumo Putro, yang berharap agar Sukoharjo bisa menjadi pusat kedua perkembangan Reog Ponorogo di luar daerah asalnya.

“Kami dari Yayasan Budaya Mataram memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap acara-acara pelestarian budaya seperti ini. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga menjaga warisan budaya bangsa. Kami juga mengapresiasi kerja keras komunitas dan sanggar-sanggar dari Solo Raya maupun kabupaten lain yang turut ambil bagian dalam acara ini. Ini membuktikan bahwa kecintaan masyarakat terhadap seni Reog masih sangat tinggi. Semoga ke depan, kesenian Reog dapat terus dilestarikan, dan Sukoharjo bisa menjadi pusat perkembangan Reog kedua setelah Ponorogo.” ungkapnya 

Dr. Kusumo Putro juga menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-7 untuk Komunitas Ingsun Sukoharjo dan berharap acara berjalan lancar, aman, dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami juga mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-7 untuk Komunitas Ingsun Sukoharjo. Semoga acara ini berjalan lancar, aman, dan memberi dampak positif bagi pelestarian budaya lokal,” Tutup Dr. Brm Kusumo Putro.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB dengan suguhan atraksi budaya yang memadukan semangat tradisi, keindahan seni, dan kekuatan identitas budaya lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan