HIPMI Solo dan Kala Coffee Perkuat Ekonomi Sosial Lewat Gerakan “Jogo Tonggo”

SURAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo bersama Kala Coffee menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program Pemerintah Kota Surakarta melalui gerakan “Jogo Tonggo”. Lewat inisiatif sosial bertajuk “HIPMI–Kala Bagi Kopi”, keduanya berkolaborasi memperkuat solidaritas warga sekaligus menghadirkan nilai ekonomi kreatif di tingkat komunitas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemkot Surakarta memperkuat semangat kebersamaan dan keamanan lingkungan, HIPMI Solo menggagas gerakan “HIPMI–Kala Bagi Kopi”. Melalui kegiatan ini, HIPMI Solo bersama Kala Coffee membagikan 500 cup kopi gratis kepada warga yang berjaga malam (ronda) di 23 titik di Kota Surakarta, mencakup wilayah Banjarsari, Banyuanyar, Kadipiro, Penumping, Sumber, Kerten, hingga Manahan.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum HIPMI Solo Wahyu Adi Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata peran pengusaha muda dalam membangun nilai sosial di masyarakat. “Bagi kami di HIPMI Solo, bergerak itu bukan sekadar program — tapi panggilan untuk memberi arti. Entah lewat edukasi UMKM, kegiatan sosial, atau berbagi kopi di malam ronda, tujuannya satu: menumbuhkan rasa kebersamaan dan harapan di setiap sudut kota,” ujarnya, Kamis (17/10/2025).

Kolaborasi ini juga menjadi bukti sinergi positif antara sektor swasta dan pemerintah dalam menguatkan ekonomi sosial berbasis komunitas. HIPMI Solo, yang selama ini aktif dalam pemberdayaan UMKM dan wirausaha muda, menilai bahwa gerakan seperti Jogo Tonggo bukan hanya tentang keamanan, tetapi juga wadah untuk membangun ekosistem ekonomi partisipatif.

Sebagai mitra pelaksana, Kala Coffee  brand kopi tarik keliling besutan Air Bening Studio (ABS) Group turut membawa misi sosial dalam setiap kegiatan. Dengan armada keliling berwarna ungu-oranye khasnya, Kala Coffee menyapa warga yang berjaga malam sambil memperkenalkan berbagai varian kopi khas.

Pendiri Kala Coffee menjelaskan, kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial merek lokal terhadap lingkungan sekitar. “Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya tentang penjualan, tapi juga tentang relasi dan kebermanfaatan. Kala Coffee hadir bukan sekadar menjual kopi, tapi membangun koneksi sosial antarwarga,” ujarnya.

Kala Coffee dikenal sebagai brand kopi tarik keliling pertama di Indonesia yang mengusung visi “Selalu Ada di Setiap Kala.” Di bawah naungan ABS Group, perusahaan ini mengembangkan model kemitraan kuliner berbasis inovasi dan inklusi sosial. Selain memperluas jaringan bisnis, Kala Coffee juga aktif dalam berbagai kegiatan komunitas dan sosial di Kota Solo.

HIPMI Solo berharap kegiatan HIPMI–Kala Bagi Kopi dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pengusaha muda dan komunitas lokal. “Kami ingin Solo dikenal bukan hanya karena pertumbuhan bisnisnya, tapi juga karena solidaritas dan kepedulian warganya,” tambah Wahyu.

Melalui sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, gerakan Jogo Tonggo diharapkan terus berkembang sebagai fondasi kebangkitan ekonomi sosial yang inklusif di mana setiap secangkir kopi menjadi simbol persaudaraan, rasa aman, dan semangat gotong royong warga Solo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan