Melisa Susanto Putri Curi Perhatian di Krenova Klaten 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi Desa

KLATEN – Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari generasi muda. Melisa Susanto Putri dan Widi Nugroho , peserta kategori masyarakat umum dalam Lomba Krenova Kabupaten Klaten 2026, sukses mencuri perhatian juri lewat gagasan “DesaNiaga”, sebuah platform perdagangan digital khusus produk desa di Klaten.

Di tengah kompetisi Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten Klaten, nama Melisa Susanto Putri dan Widi Nugroho mencuat sebagai salah satu inovator muda yang menawarkan solusi konkret bagi penguatan ekonomi lokal.

Bacaan Lainnya

Mereka baru saja mempresentasikan karyanya pada tahap presentasi yang digelar di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten, Kamis (9/4/2026). Dengan penuh percaya diri, Melisa dan Widi Nugroho memaparkan konsep Desa Niaga, sebuah aplikasi yang dirancang menyerupai marketplace seperti Shopee, namun dengan fokus terbatas pada produk-produk unggulan desa di Kabupaten Klaten.

“Desa Niaga ini platform perdagangan digital produk desa untuk meningkatkan ekonomi lokal Kabupaten Klaten,” ujar Melisa usai presentasi.

Mengusung tema Teknologi Informasi dan Komunikasi, Melisa dan Widi Nugroho, menempatkan inovasinya sebagai jembatan antara pelaku UMKM desa dengan pasar digital yang lebih luas. Berbeda dengan marketplace besar, Desa Niaga dirancang lebih spesifik dan terfokus pada potensi lokal, sehingga diharapkan mampu memperkuat identitas produk daerah sekaligus meningkatkan daya saingnya.

Dalam kompetisi ini, Melisa dan Widi Nugroho memilih kategori masyarakat umum kategori yang mempertemukan berbagai inovator lintas latar belakang, mulai dari pelajar hingga masyarakat profesional. Ia tampil sebagai peserta duo, mengandalkan kekuatan ide dan relevansi solusi yang ditawarkan.

Ajang Krenova Klaten 2026 sendiri menghadirkan sembilan bidang inovasi, mulai dari agribisnis, energi, hingga teknologi informasi. Proses seleksi dilakukan ketat, termasuk penilaian proposal hingga tahap presentasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi.

Dengan total hadiah mencapai Rp67,5 juta, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga wadah strategis bagi lahirnya inovasi berbasis kebutuhan daerah.

Melisa dan Widi Nugroho berharap, aplikasi Desa Niaga tidak berhenti sebagai konsep lomba, tetapi bisa dikembangkan menjadi solusi nyata bagi digitalisasi ekonomi desa di Klaten. Di tengah derasnya arus transformasi digital, inovasi seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari daerah oleh generasi muda yang berani berpikir maju.

Pos terkait