KLATEN – Upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur desa terus dilakukan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di tingkat akar rumput. Danramil 21/Juwiring, Kapten Inf Ngabdul Kurnen, memberikan pembekalan mengenai leadership dan wawasan kebangsaan kepada para kepala desa dan kepala dusun (kadus) guna menyamakan visi dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan.
Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimcam, pemerintah desa, kepala dusun, serta tokoh masyarakat tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Kapten Inf Ngabdul Kurnen, kepemimpinan yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan merupakan modal utama bagi para pemangku wilayah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Leadership memberikan arah, pandangan, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Kepala desa dan kepala dusun memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Bangun Kesamaan Visi untuk Kemajuan Desa
Dalam paparannya, Kapten Ngabdul Kurnen menekankan pentingnya membangun kesamaan persepsi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara efektif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI yang bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur wilayah dalam membaca potensi daerah, mengantisipasi berbagai tantangan, serta menjaga kondusivitas lingkungan.
“Pemahaman yang sama akan memudahkan koordinasi di lapangan. Ketika semua unsur memiliki tujuan yang sama, maka pembangunan akan berjalan lebih efektif dan situasi keamanan dapat terjaga dengan baik,” katanya.
Wawasan Kebangsaan Harus Diimplementasikan dalam Kehidupan Nyata
Selain membahas kepemimpinan, Danramil Juwiring juga menyoroti pentingnya wawasan kebangsaan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurutnya, wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai kebangsaan itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelayanan masyarakat, menjaga kerukunan, maupun menciptakan suasana yang aman dan damai,” tegasnya.
Kapten Ngabdul Kurnen menambahkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, menjaga persatuan, serta membangun budaya gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat Indonesia.
Dorong Terwujudnya Wilayah yang Aman dan Harmonis
Dalam kesempatan tersebut, Danramil juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga komunikasi dan kerja sama lintas sektor demi menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan harmonis.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan kapasitas aparatur desa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun wilayah.
“Menjaga situasi tetap kondusif, memperkuat kerukunan, dan menciptakan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepemimpinan yang baik dan wawasan kebangsaan yang kuat, pembangunan akan berjalan lebih optimal dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ungkapnya.
Melalui pembekalan tersebut, para kepala desa dan kepala dusun diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan, penjaga persatuan, sekaligus pemimpin yang adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.






