Dosen dan Team AMBS Kunjungi Desa Wisata

Solo, Kabarjoglo.com – Dalam rangka Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day  yang bertepatan dengan pertama kali UNWTO (United Nation World Tourism Organization) merancang anggaran dasarnya pada tahun 1970,  Akademi Pariwisata Mandala Bhakti Surakarta melakukan  monitoring dan evaluasi Pendampingan Desa Wisata Lembah Dongdhe yang terletak di Dukuh Mlilir, RT 02 RW 13, Gentungan, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pendampingan ini sudah dimulai sejak awal juli 2020 dari mulai observasi kebutuhan desa wisata, konsep desa wisata dan pelatihan pelatihan yang dilakukan. Selasa (29/09/2020)

Kegiatan monitoring dan evaluasi dihadiri oleh ketua pelaksana team pendampingan yaitu ibu Tri Wahyuningsih, SE.,MM dan didampingi oleh bapak ibu dosen yang telah memberikan pelatihan dari mulai awal juli sampai detik ini yang melibatkan mahasiswa dari Akademi Pariwisata Mandala Bhakti Surakarta.

Kegiatan dimulai dari melihat dan menilai pasar ciplukan yang ide konsep awal dari ibu Tri Wahyuningsih, SE.,MM selaku pemakarsa  dalam kegiatan pendampingan ini. Pasar Ciplukan yang selalu buka setiap hari minggu pagi dari pukul 07.00-13.00 dengan konsep makanan jadul telah mendatangkan banyak pengunjung dari berbagai daerah. Para petugas tetap melakukan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan dalam masa krisis pandemi covid 19 ini. Keunikan pasar ciplukan ini adalah uang yang dipakai melakukan transaksi belanja dengan menggunakan berupa kepingan kayu yang satu keping kayu seharga Rp.2000, 00.

Potensi destinasi yang menjadi unggulan di Desa Wisata Lembah Dongdhe adalah TOUR yang terdiri : Tolsa, Tubing, Pasar Ciplukan, Omah Jamur, Omah Kambing, Omah Tas, Omah Tiwul, Omah Brabuk, Pasar Ciplukan dan Homestay/Live In.

Setelah melakukan pengamatan di Pasar Ciplukan, dosen dan pendamping Desa Wisata melakukan evaluasi di Rumah Dalem Renggo yang dipakai sebagai kesekretariatan Pokdarwis. Evaluasi desa wisata meliputi Tata Kelola, Tour dan Homestay yang dihadiri oleh Ketua Pokdarwis Mulyono dan anggota Pokdarwis lainnya serta Carik dari Desa Gentungan. Banyak yang dievaluasi dalam rangka perbaikan dan kemajuan desa wisatanya serta untuk menumbuhkan semangat bagi pokdarwis dan warga, Pihak Perguruan Tinggi Akademi Pariwisata Mandala Bhakti Surakarta memberikan sumbangan baju dan jarik untuk kostum wisatawan yang nantinya bisa digunakan oleh Desa Wisata dalam Tour ke wisata lembah dongdhe. Sebelumnya pihak kampus juga menyumbangkan Caping AMBS untuk ciri khas bagi pengelola wisatawan dan facefield sebagai bentuk menjaga keselamatan dalam masa covid 19 ini sebagai protokoler kesehatan.  EW-AMBS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan