Hari ini : Rabu, 27 Oktober 2021 11:27

ITS PKU Muhammadiyah Gelar Baitul Arqom Purna Studi

 

Solo– Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar pengkaderan yang dikemas dalam kegiatan Baitul Arqom Purna Studi. Kegiatan ini diikuti 205 calon wisudawan 2021 dari prodi S1 Gizi, D3 keperawatan dan D3 Kebidanan.

Pembekalan calon kader Muhammadiyah digelar secara daring selama empat hari, Rabu-Sabtu (6-9/10). Mengangkat tema Mewujudkan Lulusan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta sebagai Kader Muhammadiyah Berkemajuan.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar terhadap ideologi gerakan Muhammadiyah.

Selain itu, calon wisudawan diharapkan memiliki kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir sesuai dengan misi Muhammadiyah.

Harapannya calon wisudawan dapat memiliki kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah setelah lulus dari ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.

“Kegiatan ini diikuti 205 calon wisudawan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Mereka terdiri dari D3 Keperawatan sebanyak 155 mahasiswa, D3 Kebidanan 13 mahasiswa, dan S1 Gizi 37 mahasiswa,” beber ketua panitia dan Kepala Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Ustadz Suyanto.

“Baitul Arqom dilaksanakan dengan pemateri Rektor UMS Prof. Dr. Sofyan Anief, M.Si., Drs. KH. Subari Ketua PDM Surakarta, H. Ahmad Sukidi, S.Ag., M.Pd ketua MPK dan Weni Hastuti, M.kes., Ph.D Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta,” kata Suyanto.

Wakil Ketua II PDM Kota Surakarta dan selaku Ketua Majlis Pendidikan Kader (MPK) Ahmad Sukidi dalam sambutannya berpesan kepada calon wisudawan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta tetap berorientasi pada pembinaan ideologi keislaman, kemuhammadiyahan dan keorganisasian dalam setiap kegiatan. Khususnya sebagai tenaga kesehatan profesional dan sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah.

“Semoga nanti semua nanti calon kader Muhammadiyah menjadi kader unggul dalam berbagai bidang. Dapat bersinergi dalam dunia kerja dengan tetap yang berorientasi pada ideologi keislaman kemuhammadiyahan,” harapnya. (humas/tg)