Menkop Dorong Komunitas Ekraf Malang Bertransformasi Jadi Koperasi

MALANG – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong komunitas ekonomi kreatif (ekraf), UMKM, pariwisata hingga olahraga di Kota Malang untuk bertransformasi menjadi badan usaha koperasi.

Dorongan tersebut disampaikan Ferry saat membuka Festival Mbois 11 – Malang Menyala 2026 yang dirangkaikan dengan Malang Creative Connect Conference di Area Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Menurut Ferry, koperasi memiliki potensi besar menjadi wadah pengembangan usaha generasi muda. Ia menegaskan, koperasi tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan simpan pinjam, tetapi dapat menjadi kekuatan ekonomi bersama bagi komunitas yang memiliki kesamaan aktivitas dan kepentingan usaha.

“Komunitas yang terbangun dari kegiatan UMKM, ekonomi kreatif, bahkan pariwisata dan olahraga sebenarnya bisa diwadahi menjadi badan usaha koperasi,” ujar Ferry.

Ia mencontohkan komunitas animator, konten kreator, ilustrator hingga pelaku industri kreatif lainnya yang dapat berhimpun dalam koperasi. Dengan kelembagaan tersebut, persoalan permodalan yang kerap muncul sebelum mendapatkan kontrak kerja dapat diatasi melalui skema pembiayaan yang sesuai.

Ferry juga mencontohkan FC Barcelona di Spanyol sebagai salah satu klub olahraga yang memiliki struktur kepemilikan koperasi. Menurutnya, konsep serupa dapat menjadi inspirasi dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas di Indonesia.

Dorong Koperasi Corner di Stadion Gajayana

Festival Mbois 11 dinilai menjadi momentum strategis untuk mempertemukan koperasi dengan ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Malang.

Ferry mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Malang mengembangkan kawasan Stadion Gajayana sebagai hub yang mengintegrasikan UMKM, ekonomi kreatif, budaya dan industri olahraga.

Ia bahkan mengusulkan kehadiran Koperasi Corner sebagai ruang edukasi sekaligus pendampingan bagi generasi muda yang tertarik membangun koperasi.

“Komunitas UMKM dan ekonomi kreatif, seperti animator, konten kreator dan ilustrator dapat berhimpun dalam koperasi untuk mengembangkan potensi, memperkuat usaha, dan menciptakan nilai tambah bersama,” katanya.

Menurut Ferry, Koperasi Corner dapat menjadi tempat bagi generasi Gen Z dan milenial untuk mendapatkan pemahaman mengenai koperasi sekaligus pendampingan ketika ingin membangun badan usaha bersama.

711 Koperasi Ada di Kota Malang

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, terdapat 711 koperasi di wilayahnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 418 koperasi tercatat aktif, sedangkan 293 koperasi lainnya masih berstatus tidak aktif.

Pemkot Malang kini berupaya menggali potensi ekonomi kreatif daerah untuk dikolaborasikan dengan penguatan kelembagaan koperasi.

Wahyu menilai koperasi dan ekonomi kreatif memiliki kesamaan dalam hal semangat gotong royong, kemandirian serta penciptaan nilai tambah.

“Kami berharap koperasi di Kota Malang dapat terus berkembang menjadi lembaga yang semakin modern, profesional, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda dan perkembangan zaman,” kata Wahyu.

Menurutnya, ketika kreativitas dipadukan dengan kekuatan kebersamaan, manfaat yang dihasilkan tidak hanya berupa karya dan pertumbuhan usaha, tetapi juga peluang kerja serta peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Festival Mbois 11 – Malang Menyala 2026 sendiri semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan momentum 100 tahun Stadion Gajayana, yang dikenal sebagai salah satu stadion tertua di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Kepala UPT Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Anjik Sudiyantoro, Ketua Umum Koperasi SBW Sri Untari, serta sejumlah pelaku koperasi, UMKM, ekonomi kreatif dan komunitas di Kota Malang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan